Ibu Harus Tahu, Ini Manfaat Jagung untuk Tumbuh Kembang Anak
Siapa sangka, jagung yang sering kita temui sebagai camilan pinggir jalan ternyata menyimpan segudang keajaiban untuk tumbuh kembang si kecil.
nusantaraterkini.co, MEDAN – Siapa sangka, jagung yang sering kita temui sebagai camilan pinggir jalan ternyata menyimpan segudang keajaiban untuk tumbuh kembang si kecil.
Dalam dunia nutrisi anak, jagung bukan sekadar "pengganti nasi" biasa. Bulir kuning keemasan ini adalah paket lengkap yang dikemas alam untuk mendukung perjalanan tumbuh kembang anak dari bayi hingga remaja.
Baca Juga: Langkah Mudah Mengontrol Kolesterol dan Cegah Risiko Jantung Koroner
Jagung bukan sekadar pengganjal perut. Kandungan seratnya membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, sekaligus memastikan penyerapan nutrisi anak berjalan optimal. Tak hanya itu, jagung juga kaya antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh anak dari kerusakan akibat radikal bebas.
Banyak ahli gizi bahkan menyebut jagung sebagai sumber karbohidrat alternatif yang sehat untuk menggantikan nasi.
Dalam 100 gram jagung, terkandung energi sekitar 350 kalori dengan 18,7 gram karbohidrat, 3,27 gram protein, dan 1,35 gram lemak.
Baca Juga: Kenali Nutrisi dan 9 Manfaat Talas bagi Kesehatan Tubuh
Selain itu, jagung juga mengandung berbagai vitamin penting, seperti:
Vitamin A: 9 mikrogram
Lutein-zeaxanthin: 644 mikrogram
Vitamin B1 (Tiamin): 0,155 mg
Vitamin B2 (Riboflavin): 0,055 mg
Vitamin B3 (Niasin): 1,77 mg
Vitamin B5 (Asam Pantotenat): 0,717 mg
Vitamin B6: 0,093 mg
Vitamin B9 (Folat): 42 mikrogram
Vitamin C: 6,8 mg
Selain vitamin, terdapat mineral penting yang juga ada dalam jagung meliputi:
Besi: 0,52 mg
Magnesium: 37 mg
Mangan: 0,163 mg
Fosfor: 89 mg
Kalium: 270 mg
Seng: 0,46 mg
Manfaat Jagung Sesuai Usia Anak
Jagung bisa memberi manfaat berbeda untuk anak. Manfaat itu dapat diberikan sesuai dengan tahapan usia anak:
Bayi (6–12 bulan)
Jagung yang dihaluskan menjadi puree cocok dijadikan menu MPASI. Teksturnya lembut, mudah dicerna, dan memberi energi tambahan untuk bayi yang mulai aktif.
Balita (1–5 tahun)
Jagung rebus atau jagung bakar bisa jadi camilan sehat sekaligus mengenyangkan. Seratnya membantu pencernaan tetap lancar dan mencegah sembelit yang sering dialami balita.
Anak usia sekolah (5 tahun ke atas)
Jagung bisa diolah menjadi berbagai hidangan bergizi, seperti sup jagung, bakwan jagung, atau nasi jagung. Variasi menu ini membuat anak tidak bosan dan tetap bersemangat makan.
Selain menyehatkan, konsumsi jagung juga membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak yang penting untuk menjaga berat badan ideal dan mencegah obesitas.
Oleh karena itu, agar manfaat jagung tidak hilang, perhatikan cara memilih dan mengolahnya:
1. Pilih jagung dengan kulit berwarna hijau segar dan rambut jagung yang masih lembap.
2. Cuci bersih di bawah air mengalir sebelum diolah.
3. Rebus, kukus, atau panggang lebih disarankan dibanding menggoreng.
4. Sesuaikan tekstur dengan usia anak: puree untuk bayi, pipilan atau jagung utuh untuk anak lebih besar.
5. Hindari jagung yang tampak rusak atau busuk.
Meski banyak vitamin dan mineral di dalamnya, namun tidak semua bayi suka dengan jagung, lalu bagaimana cara mengenalkan jagung kepada bayi?
Buat puree jagung: rebus jagung hingga lembut, blender, lalu saring agar serat kasarnya hilang.
Campur dengan ASI, kaldu, atau sayuran lain agar lebih kaya rasa dan nutrisi.
Kenalkan sedikit demi sedikit sambil memantau kemungkinan alergi.
Konsultasikan dengan dokter anak sebelum menjadikan jagung menu MPASI rutin.
Untuk membuat anak suka terhadap jagung, sahabat Nuter (sebutan untuk pembaca setia nusantaraterkini.co) dapat mengolah keberbagai jenis makan. Berikut rekomendasi makanan berbahan jagung yang sahabat Nuter bisa sajikan kepada anak:
Sup Jagung Krim: jagung pipil, kaldu ayam, susu, sedikit maizena, plus sayuran atau potongan ayam.
Bakwan Jagung Sayur: campuran jagung, wortel, kol, daun bawang, telur, dan tepung terigu.
Nasi Jagung: campur nasi putih dengan pipilan jagung rebus, lalu tambahkan bumbu ringan.
Resep sederhana ini bukan hanya bergizi, tapi juga bisa meningkatkan selera makan anak. Meski memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral, ternyata ada sebagian anak yang alergi jagung, namun kasus ini jarang terjadi tetapi sabar Nuter harus mengetahui apa saja dampak alergi jagung terhadap anak.
Beberapa anak bisa mengalami alergi jagung. Gejalanya meliputi ruam, gatal, biduran, mual, muntah, diare, hingga sesak napas.
Jika gejala muncul, segera hentikan pemberian jagung dan konsultasikan dengan dokter. Untuk anak dengan riwayat alergi makanan, sebaiknya diskusikan lebih dulu dengan tenaga medis sebelum memperkenalkan jagung.
Jadi, jangan ragu menjadikan jagung sebagai salah satu bahan makanan sehari-hari di rumah. Dengan pengolahan yang tepat, jagung bisa jadi sumber energi, serat, vitamin, dan mineral yang menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALOperasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Kerahkan 20 Personel Brimob di Titik Rawan Kejahatan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALMenlu Arab Saudi Desak Pemulihan Selat Hormuz seperti Sebelum 28 Februari
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIPergerakan Pasar Kripto 27 September: Bitcoin Bertahan, Quant Meroket 48%
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKGerindra Sebut Jokowi Gabung PSI Hak Politik Warga Negara
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAPemerintah Inggris Desak Premier League Segera Tuntaskan Kasus Manchester City
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALRusia Klaim Hancurkan 25 Persen Fasilitas Internet dan Starlink Milik Ukraina
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
-
KRIMINALPolresta Deliserdang Ringkus Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu, Sita 31 Gram Barang Bukti
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWSTokoh Masyarakat Sebut Tindakan Ombudsman di Lapas Cibinong 'Offside'
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan