Hidayat Nur Wahid: Agama dan Politik Tak Perlu Dipertentangkan di Indonesia
Hidayat Nur Wahid: Agama dan Politik Tak Perlu Dipertentangkan di Indonesia
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara nilai keagamaan dan kehidupan berbangsa serta bernegara.
Hal itu disampaikannya dalam Mudzakarah Ulama Dewan Syariah Pusat PKS 2026.
Hidayat menilai Indonesia tidak seharusnya dibelah antara kehidupan beragama, politik, dan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, ketiganya memiliki korelasi yang erat dalam membangun kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.
“Yang penting di antaranya adalah penegasan kembali bahwa Indonesia kita ini sebenarnya tidak ada pembelahan antara politik dan agama, antara kegiatan politik dengan keagamaan, dengan Pancasila yang sudah menyatu,” ujar Hidayat kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Ia mengatakan, keterlibatan ulama dalam kehidupan kenegaraan merupakan tradisi yang baik dan perlu terus diperkuat. Menurutnya, komunikasi antara ulama dengan lembaga-lembaga negara, termasuk DPR dan MPR, penting agar masing-masing pihak memahami peran dan kontribusinya bagi kepentingan masyarakat.
Hidayat juga mengingatkan agar tidak muncul pemahaman di tengah masyarakat bahwa politik merupakan sesuatu yang haram atau tidak bermanfaat sehingga umat harus menjauhinya.
Sebaliknya, ia berharap para penyelenggara negara dan anggota parlemen senantiasa mendapat pencerahan mengenai pentingnya nilai-nilai keagamaan, moral, dan akhlak dalam menjalankan tugas kenegaraan.
“Nilai-nilai keagamaan, nilai moral, nilai akhlak itu selalu dipentingkan agar kualitas penyelenggaraan negara kita selalu menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut Hidayat, nilai-nilai tersebut juga penting dalam proses pembuatan undang-undang dan pelaksanaan fungsi parlemen agar tetap berada dalam koridor moral dan keagamaan.
Dengan demikian, ia berharap cita-cita Proklamasi, Reformasi, hingga visi Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan melalui kehidupan berbangsa yang mengedepankan persatuan antara nilai agama dan kenegaraan.
Selain membahas relasi agama dan negara, Hidayat menilai ulama dan pemerintah juga perlu memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan dan musibah yang terjadi di Indonesia.
Ia mendorong penyelesaian persoalan tersebut dilakukan melalui pendekatan keagamaan sekaligus kebersamaan antara ulama dan pemerintah, termasuk dalam menjaga lingkungan dan alam.
“Supaya kemudian menjaga lingkungan, menjaga alam, kemudian bisa berkolaborasi mengatasi berbagai tantangan yang ada, saling memperkuat,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·9 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·9 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·10 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·11 jam yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan dan Pencegahannya
hendra·12 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan