Habib Syarief Minta Wacana SPP SMA Negeri di Jabar Dikaji Matang
Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad meminta rencana pemberlakuan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA/SMK Negeri di Jawa
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad meminta rencana pemberlakuan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA/SMK Negeri di Jawa Barat dikaji secara matang.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh diputuskan secara terburu-buru karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang terjangkau.
Habib menilai, jika penarikan SPP kembali diterapkan di sekolah negeri, langkah tersebut justru menjadi kemunduran dalam upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga negara.
"Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara. Karena itu, negara harus terus berupaya menghadirkan pendidikan yang gratis dan berkualitas. Jangan sampai kita justru mundur dengan mengembalikan beban biaya pendidikan kepada masyarakat," kata Habib Syarief, Jumat (17/7/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat itu mengaku memahami adanya kendala pendanaan operasional yang dihadapi sejumlah SMA/SMK Negeri di Jawa Barat. Meski demikian, ia menegaskan solusi atas persoalan tersebut tidak boleh dibebankan kepada orang tua siswa.
Menurut Habib, banyak keluarga memilih menyekolahkan anaknya di SMA Negeri karena biaya pendidikan yang lebih ringan, bahkan gratis. Karena itu, pemberlakuan kembali SPP dinilai berpotensi memberatkan masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.
"Banyak keluarga memilih menyekolahkan anaknya di SMA Negeri karena pertimbangan biaya yang lebih ringan bahkan gratis. Kalau SPP kembali diberlakukan, tentu akan sangat memberatkan masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah dan menengah," ujarnya.
Habib mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengoptimalkan seluruh sumber pembiayaan pendidikan yang tersedia, mulai dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dukungan APBD, hingga skema pembiayaan lain yang tidak membebani peserta didik.
Ia menilai persoalan keterbatasan anggaran pendidikan di daerah tidak semestinya diselesaikan dengan mengalihkan beban pembiayaan kepada masyarakat.
Selain itu, Habib meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turun tangan melakukan supervisi terhadap persoalan pendanaan pendidikan di daerah, termasuk di Jawa Barat.
"Kemendikdasmen harus hadir memberikan solusi. Jangan sampai setiap daerah mengambil kebijakan sendiri-sendiri yang akhirnya berdampak pada meningkatnya biaya pendidikan. Pemerintah pusat harus memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan dengan baik tanpa membebani masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, Habib meminta Kemendikdasmen memetakan daerah-daerah lain yang mengalami persoalan serupa agar dapat disiapkan solusi nasional yang lebih komprehensif.
"Kalau memang ada daerah lain yang mengalami kekurangan anggaran operasional sekolah, pemerintah pusat harus segera melakukan supervisi dan memberikan dukungan. Jangan sampai muncul gelombang pemberlakuan kembali SPP di berbagai daerah," katanya.
Habib berharap pemerintah dapat mewujudkan pendidikan gratis mulai dari jenjang SD hingga SMA di seluruh Indonesia sehingga kondisi ekonomi orang tua tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
(LS/Nusantataterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALSatresnarkoba Polres Binjai Tangkap 4 Terduga Pengedar, Sita Sabu dan 7 Butir Ekstasi
hendra·11 menit yang lalu -
NASIONALMuseum Bing Slamet Resmi Dibuka, Bang Azran: Merawat Warisan Maestro untuk Generasi Muda
Rozie Winata·57 menit yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Sikat 485 Tersangka Curat dan Curas dalam Dua Pekan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKKelakar Bobby Nasution ke Maba di UMSU: Banyak-banyak Foto Pas Kuliah, Biar Ada Bukti Ijazah
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Raih Apresiasi Kakorbinmas Baharkam Polri Berkat Capaian Gerakan Pangan Murah dan Satkamling
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIAwal Pekan Loyo, Harga Emas Antam Jatuh ke Rp2.597.000 Per Gram
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKTolak Wacana Diusung 2 Fraksi di Pilpres 2029, Fernando Emas: Jangan Akali Aturan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Dibuka Melemah ke Rp17.920 per Dolar AS, Pasar Cermati Data Inflasi
hendra·3 jam yang lalu -
NASIONALASN Meninggal Saat Latsarmil Komcad, TB Hasanuddin Desak Evaluasi Total SOP Kemenhan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
RELIGIRibuan Warga Palembang Padati Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Bersama UAS di Kambang Iwak
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan