Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

GMNI Sumut Gelar Pelatihan Agraria, Bekali Kader Kawal Sengketa Lahan di Daerah

GMNI Sumut latih kader kritis kawal konflik agraria, hadirkan BPN dan ARC demi dampingi hak rakyat

Bagikan:
GMNI Sumut menggelar pendidikan kader agraria untuk membekali mahasiswa menghadapi konflik pertanahan, Senin (7/9/2026). (Foto: istimewa)
GMNI Sumut menggelar pendidikan kader agraria untuk membekali mahasiswa menghadapi konflik pertanahan, Senin (7/9/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar kegiatan pendidikan kader pejuang agraria di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Senin (7/9/2026).

Kegiatan ini untuk membekali para kader dengan pemahaman mendalam mengenai hukum pertanahan dan isu-isu kerakyatan di daerah.

Ketua DPD , Michael Situmeang menjelaskan, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta lembaga kajian independen Agrarian Resource Center (ARC) asal Bandung.

Menurutnya, pelibatan BPN sangat penting guna memberikan pemahaman mendalam mengenai aturan dan kepastian hukum agraria kepada para peserta.

"Kita bahas soal agraria kan, yang paling cocok itu ya BPN yang ngurus pertanahan," ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran ARC dilibatkan untuk memperkaya perspektif melalui riset-riset persoalan agraria yang mereka lakukan.

Melalui pelatihan ini, Michael berharap kader GMNI dapat lebih siap dan kritis ketika kembali ke daerah masing-masing untuk mendampingi masyarakat yang berhadapan dengan konflik pertanahan.

Ia mencontohkan sejumlah aksi yang telah dilakukan kader GMNI di daerah, seperti pengawalan kasus di Padang Halaban, Kabupaten Labuhanbatu, hingga penolakan terhadap aktivitas DPM di Dairi yang dinilai merusak lingkungan.

Di sisi lain, Michael turut menanggapi kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku sejak awal September lalu.

Secara tidak langsung, ia menyatakan kenaikan harga tersebut perlu dicermati dampaknya terhadap stabilitas ekonomi, terutama karena jenis bahan bakar tersebut banyak digunakan oleh kendaraan logistik dan truk pengangkut.

Meski demikian, GMNI menilai, selama kenaikan tersebut tidak terjadi pada jenis BBM bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama mayoritas masyarakat kecil atau kaum marhaen, dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat belum menjadi gejolak yang terlalu krusial untuk disikapi secara berlebihan saat ini.

(cw3/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait