Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan 1.000 Orang dalam Sepekan, Lansia Jadi Korban Terbanyak

Gelombang panas ekstrem di Prancis memicu sekitar 1.000 kematian berlebih sejak 24 Juni. Mayoritas korban merupakan lansia berusia di atas 65 tahun.

Gelombang panas ekstrem di prancis tewaskan 1.000 orang dalam sepekan, lansia jadi korban terbanyak. (Foto: ilustrasi AI)
Gelombang panas ekstrem di prancis tewaskan 1.000 orang dalam sepekan, lansia jadi korban terbanyak. (Foto: ilustrasi AI)
A A

Nusantaraterkini.co, - Otoritas kesehatan Prancis melaporkan sekitar 1.000 () selama yang melanda negara itu sejak 24 Juni 2026. Data sementara tersebut dirilis Santé Publique France pada Minggu (28/6(2026) dan menunjukkan lonjakan angka kematian dibandingkan rata-rata pada periode yang sama di bulan-bulan sebelumnya.

Dalam keterangannya, Santé Publique France menyebut wilayah yang berstatus siaga merah akibat suhu ekstrem menjadi kawasan dengan dampak paling parah. Sebanyak 85 persen korban meninggal tercatat berusia 65 tahun ke atas, sehingga kelompok menjadi yang paling rentan terhadap cuaca panas berkepanjangan.

Lembaga tersebut menegaskan angka korban masih bersifat sementara dan berpotensi meningkat. Pasalnya, data kematian dari panti jompo maupun rumah tinggal masih terus dihimpun.

Selain itu, lonjakan kematian paling banyak terjadi di rumah, terutama di kawasan Île-de-France yang mencakup dan wilayah sekitarnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena banyak korban merupakan warga yang tinggal sendiri.

"Temuan ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas terhadap mereka yang hidup sendiri atau mengalami kesepian, termasuk di kawasan perkotaan yang padat penduduk," tulis Santé Publique France.

Gelombang panas yang menyelimuti dalam beberapa hari terakhir membuat suhu di sejumlah wilayah melampaui 40 derajat Celsius. Meski temperatur mulai menurun, beberapa daerah di timur laut negara itu masih berstatus siaga.

Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena dampak kesehatan akibat tidak langsung berakhir ketika suhu mulai turun.

"Episode ini belum berakhir," ujar Rist.

Ia menambahkan, efek gelombang panas terhadap masih dapat dirasakan hingga sekitar 10 hari setelah suhu kembali normal.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru