Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Fenomena Anak Jalanan dan Kesenjangan Gender Masih Jadi Tantangan di Sumut

Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P3AKB) Sumut, Dwi Erni Purwanti, saat diwawancarai di kantor Gubernur Sumatera Utara pada Senin (17/11/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaratefkini.co)

Nusantaraterkini.co,MEDAN - Fenomena anak-anak yang hidup di jalanan di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, masih menjadi perhatian serius.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3AKB) Sumut, Dwi Enda Purwanti, mengungkapkan meski sulit memastikan jumlah pastinya, indikasi eksploitasi tetap ada.

Baca Juga : Kasus TPPO di Sumut Meningkat, Dugaan Eksploitasi Anak di Jalanan Jadi Perhatian 

“Agak sulit menyatakan fenomena ini sebagai bentuk eksploitasi. Ketika ditanya, mereka menjawab hanya bermain saja. Meski begitu, indikasinya ada,” ujar Dwi kepada Nusantaraterkini.co di kantor Gubernur Sumut, Senin (17/11/2025).

Dwi mengatakan pemerintah kesulitan mendapatkan data yang akurat. “Untuk antisipasi, kami terus melakukan razia,” tambahnya.

Selain isu anak jalanan, kasus bullying juga menjadi sorotan. Dwi menekankan pentingnya perhatian pada angka kelahiran di bawah usia 15 tahun, yang meski menurun, belum sepenuhnya menunjukkan perbaikan.

Partisipasi perempuan dalam sektor juga kesehatan dan lembaga pemerintahan pun masih rendah.

Baca Juga : Sebanyak 144 Orang WNI jadi Korban TPPO di Myanmar 

“Jumlah perempuan hanya sekitar 30 persen dari total pegawai. Ini menunjukkan kesenjangan yang harus segera diperbaiki,” kata Dwi.

Pihaknya menekankan pentingnya program pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas sebagai upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat dan menurunkan ketimpangan gender.

“Kami akan terus memperkuat bidang-bidang strategis terkait perempuan agar kesetaraan dan pemberdayaan dapat tercapai,” ujarnya.

Dwi berharap, melalui peningkatan partisipasi perempuan dan program pemberdayaan masyarakat, indeks ketimpangan gender di Sumut bisa membaik dalam beberapa tahun ke depan.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)