Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Aksi Kemanusiaan, Ditpolairud Polda Sumsel Fasilitasi Penjemputan Jenazah Bayi di RS Palembang

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Personel Ditpolairud Polda Sumsel menggunakan ambulance apung menjemput jenazah seorang bayi berusia 21 hari untuk diantar ke rumah duka di Desa Upang, Kabupaten Banyuasin, Minggu (22/2/2026). (Foto: dok Ditpolairud Polda Sumsel)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Personel Ditpolairud Polda Sumsel mengerahkan unit ambulance apung untuk menjemput jenazah seorang bayi berusia 21 hari di dermaga Jakabaring, Palembang, guna diantarkan ke rumah duka di Desa Upang, Kabupaten Banyuasin, Minggu (22/2/2026).

Aksi kemanusiaan ini dilakukan setelah petugas di Pos Pangkalan Sandar Upang menerima laporan darurat dari Fauzi, warga kurang mampu yang kesulitan membawa pulang jenazah anaknya, Nayzil, dari Rumah Sakit Bunda Jakabaring.

Baca Juga : Pencuri Kabel Jembatan Musi VI Nekat Terjun ke Sungai Usai Kepergok

Bayi mungil tersebut dikabarkan meninggal dunia akibat mengalami kelainan pada paru-paru setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan medis.

Baca Juga : Ringankan Beban Warga, Ditpolairud Polda Sumsel Jemput Jenazah di RS Palembang

Komandan Kapal V-1027 Upang, Aipda Ardianto mengungkapkan, pihaknya langsung bergerak cepat sesaat setelah menerima instruksi dari Direktur Polairud Polda Sumsel untuk memberikan pelayanan transportasi gratis tersebut.

"Begitu menerima telepon dari warga, kami langsung berkoordinasi dan diperintahkan untuk segera menjemput jenazah di Palembang. Perjalanan dari Pos Upang menuju dermaga 9/10 Ulu memakan waktu sekitar satu jam, dan alhamdulillah jenazah langsung bisa kami evakuasi ke rumah duka," ujar Ardianto.

Baca Juga : Polda Sumsel Gerebek Tambang Tanah Ilegal di Banyuasin, 5 Alat Berat Disita

Diketahui, kondisi ekonomi keluarga yang terbatas menjadi kendala utama bagi orang tua bayi dalam memulangkan jenazah melalui jalur perairan.

Baca Juga : Nakhoda KM Kurnia Meninggal di Ruang Kemudi, Ambulans Apung Polairud Polda Sumsel Evakuasi Jenazah di Perairan OKI

Berdasarkan keterangan medis, bayi tersebut sebelumnya sempat mengalami demam tinggi dan muntah sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Palembang.

Ditpolairud Polda Sumsel menegaskan, fasilitas ambulance apung memang disiagakan untuk melayani masyarakat, terutama dalam situasi darurat di wilayah perairan yang sulit dijangkau transportasi darat.

"Kami kembali mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di pesisir atau sekitar Pos Upang, agar tidak segan menghubungi personel Ditpolairud jika memerlukan bantuan transportasi darurat. Kami siap memberikan pelayanan maksimal sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah kesulitan warga," pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)