Dukung Indo Defence Expo 2025, Komisi I: Forum Penting Ciptakan Stabilitas Global
Anggota Komisi I DPR Taufiq R. Abdullah, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Indo Defence Expo & Forum 2025, ajang pameran pertahanan
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Taufiq R. Abdullah, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Indo Defence Expo & Forum 2025, ajang pameran pertahanan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, forum tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkuat diplomasi pertahanan serta menampilkan kemampuan industri pertahanan nasional di mata dunia.
“Saya tentu saja mendukung penuh Indo Defence Expo 2025 sebagai bentuk keterbukaan kita terhadap kerja sama pertahanan global. Forum itu tentu penting bagi Indonesia untuk bukan saja memperkuat kerjasama pertahanan, tapi juga komitmen menciptakan perdamaian dan stabilitas global," kata Taufiq, Kamis (12/6/2025).
Namun demikian, Taufiq menekankan pentingnya fokus pemerintah terhadap pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri.
Taufiq mengingatkan agar ajang tersebut tidak hanya menjadi panggung belanja alutsista dari luar negeri, tetapi justru dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan industri pertahanan nasional.
"Forum ini menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan pada produk luar, untuk menunjukkan bahwa kita mampu berdikari dalam hal pertahanan," tegas Taufiq.
Taufiq juga menyoroti perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada BUMN maupun perusahaan swasta nasional di sektor pertahanan. Menurutnya, peningkatan anggaran pertahanan harus sejalan dengan komitmen selaras dengan visi kemandirian industri strategis nasional.
“Kalau kita terus menerus mengimpor tanpa ada transfer teknologi yang jelas dan keberpihakan pada produk dalam negeri, maka kemandirian pertahanan hanya akan jadi jargon. Kita harus berani memproduksi, mengembangkan, dan memakai hasil karya anak bangsa sendiri,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka pameran Indo Defence Expo dan Forum diikuti oleh 1.180 peserta dengan konfirmasi kehadiran dari 42 negara sahabat. Pameran yang mengusung tema "Defence Partnerships for Global Peace & Stability" ini digelar pada 11-14 Juni 2025.
Acara ini diikuti 659 perusahaan asing dan 521 produsen dalam negeri. Beberapa alat utama sistem pertahanan atau alutsista unggulan yang dipamerkan meliputi Sukhoi Su-57 dari Rusia, sistem radar dari Turki dan pesawat tempur Rafale dari Prancis.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkap expo dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi industri pertahanan dalam negeri, industri pertahanan negara-negara sahabat, dunia akademisi di Indonesia, serta semua unsur-unsur pimpinan politik dan kemasyarakatan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan sains, khususnya di bidang pertahanan.
(cw1/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
-
HUKUM DAN KRIMINALMahasiswa Unsri Palembang Dirampok Usai Kuliah, Diancam Pisau oleh Begal Bermotor
Rozie Winata·50 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Sabu dan Judi Online, Pria Pengangguran Nekat Todong Penghuni Indekos
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELProgram Minggu Kasih, Kapolda Sumsel Serap Aspirasi Jemaat Gereja HKBP dan Serahkan Sarana Kontak Pengaduan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELLRT Sumsel Sedot APBN Rp300 Miliar per Tahun, Gubernur Sebut ‘Wajar’
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALDarurat Kemanusiaan, 70.000 Tenda Pengungsi di Gaza Terendam Banjir Ekstrem
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMUTKA Sribilah Utama Berhenti di Stasiun Lima Puluh dan Perbaungan Mulai 1 Desember 2026
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELIntegrasi Pelabuhan Tanjung Carat dan Boom Baru Jangan Saling Mematikan
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan