Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

DPR Dukung Penerapan B50, Minta Pemerintah Lindungi Harga TBS Petani Sawit

DPR mendukung penerapan B50 mulai Juli 2026, namun meminta pemerintah melindungi harga TBS dan kesejahteraan petani sawit.

Anggota Komisi XII DPR, Sartono Hutomo, menegaskan penerapan Biodiesel 50 (B50) harus mampu memperkuat ketahanan energi nasional tanpa mengorbankan kesejahteraan petani sawit dan stabilitas harga TBS, Jumat (3/7/2026). (foto:istimewa)
Anggota Komisi XII DPR, Sartono Hutomo, menegaskan penerapan Biodiesel 50 (B50) harus mampu memperkuat ketahanan energi nasional tanpa mengorbankan kesejahteraan petani sawit dan stabilitas harga TBS, Jumat (3/7/2026). (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota , , mendukung rencana pemerintah menerapkan () mulai Juli 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak ().

"Penerapan B50 sejalan dengan upaya mewujudkan kemandirian energi, memperkuat industri dalam negeri, hingga mendorong ," kata Sartono, Jumat (3/7/2026).

Meski mendukung implementasi , Sartono mengingatkan agar manfaat kebijakan tersebut dapat dirasakan secara merata di seluruh rantai nilai industri sawit, terutama oleh petani sebagai pelaku utama di sektor hulu.

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan kebijakan B50 justru berdampak negatif terhadap harga tandan buah segar (TBS) maupun kesejahteraan petani.

"Jangan sampai kebijakan yang bertujuan memperkuat kemandirian energi justru memberikan tekanan terhadap harga tandan buah segar (TBS) atau mengurangi kesejahteraan ," ujarnya.

Karena itu, Sartono mendesak pemerintah memberikan perlindungan kepada rakyat. Menurutnya, perlindungan terhadap petani harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi program B50.

Selain itu, ia menilai kesiapan pasokan bahan baku dan industri pendukung harus dipastikan benar-benar matang sebelum kebijakan dijalankan secara penuh. Kualitas bahan bakar yang dihasilkan juga harus tetap terjaga agar tidak menimbulkan persoalan bagi pengguna.

"Harus ada kepastian usaha kepada semua instrumen di dalamnya, dari sampai ke industri otomotifnya," tegas politikus Partai Demokrat tersebut.

Sartono juga meminta implementasi B50 dilakukan secara adaptif dengan mengacu pada evaluasi yang terukur serta mempertimbangkan dinamika pasar global. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat tidak ragu menggunakan B50.

"Kebijakan ini akan berjalan efektif selama pemerintah melakukan pemantauan berkala terhadap dampaknya terhadap penghematan devisa, keberlanjutan fiskal, keberlanjutan lingkungan, petani, serta kinerja industri sawit," pungkasnya. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait