Nusantaraterkini.co, MEDAN – Hari pertama puasa Ramadan 1447 H/2026 M menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Awal ibadah di bulan suci ini diyakini menyimpan berbagai keutamaan besar, mulai dari pengampunan dosa hingga balasan pahala yang luar biasa dari Allah SWT.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadan adalah waktu untuk membersihkan hati, memperkuat ketakwaan, dan memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Sejak hari pertama, umat Muslim diajak menata niat dan memperbaharui komitmen spiritual agar ibadah berjalan maksimal hingga akhir bulan.
Dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah disebutkan bahwa hari pertama Ramadan memiliki kemuliaan tersendiri. Pada hari tersebut, Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya dengan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Baca Juga : Masjid Tjia Khang Hoo di Jakarta Timur Simbol Toleransi Agama Islam dan Budaya Tionghoa
Tak hanya itu, orang yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan dijanjikan peningkatan derajat di sisi Allah SWT. Para ulama menjelaskan bahwa pahala puasa berlipat ganda, terutama ketika dijalani dengan kesungguhan dan disertai amal kebajikan lainnya.
Keutamaan yang sering dikutip dalam berbagai kajian juga menyebutkan, Allah SWT menyiapkan 50.000 kota di surga sebagai ganjaran bagi hamba yang sabar dan istiqamah menjalankan ibadah di hari pertama Ramadan. Hal ini menjadi motivasi agar umat Islam memulai bulan suci dengan semangat dan niat tulus.
Para tokoh agama mengingatkan, keberkahan Ramadan sangat ditentukan dari bagaimana seseorang memulai ibadahnya. Jika hari pertama dijalani dengan ikhlas dan penuh kesadaran, maka pintu rahmat, ampunan, dan pahala akan terbuka luas sepanjang bulan suci.
Baca Juga : Pererat Silaturahmi, Dinas Kesehatan Kota Medan Gelar Buka Puasa Bersama
Ramadan bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
(Dra/nusantaraterkini.co).
