Cegah Perselisihan Hubungan Industrial, Kemnaker Ingatkan Pekerja Teliti Isi Kontrak Sebelum Tanda Tangan
Kemnaker mengimbau pekerja memahami setiap klausul kontrak kerja, termasuk upah, jam kerja, cuti, K3, dan jaminan sosial sebelum menandatangani.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI mengimbau para calon pekerja dan buruh untuk tidak terburu-buru menandatangani dokumen perjanjian kerja. Pemahaman mendalam terhadap tiap klausul kontrak menjadi kunci utama untuk mencegah munculnya konflik atau sengketa hubungan industrial di kemudian hari.
Peringatan tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri. Ia mengingatkan dokumen Perjanjian Kerja Bersama (PKB) maupun kontrak individu merupakan payung hukum tertinggi yang mengikat kedua belah pihak.
“Pekerja perlu memahami isi kontrak, tugas, serta hak dan tanggung jawabnya. Pada saat yang sama, peraturan di tempat kerja juga wajib dipatuhi,” ujar Indah Anggoro Putri dalam keterangannya melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (13/9/2026).
Indah membeberkan beberapa poin vital yang wajib dicermati calon pekerja sebelum membubuhkan tanda tangan. Poin-poin tersebut mencakup kejelasan skema upah, rasionalitas jam kerja dan waktu istirahat, hingga hak cuti tahunan sesuai regulasi yang berlaku.
Selain masalah finansial dan jam kerja, Kemnaker juga menyoroti kewajiban mutlak perusahaan dalam memberikan jaminan perlindungan tempat kerja berbasis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mengantisipasi risiko kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.
Tak kalah krusial, setiap badan usaha diwajibkan mengikutsertakan seluruh karyawannya ke dalam program jaminan sosial dasar, yakni BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Meski begitu, Indah mengingatkan bahwa pemenuhan hak-hak tersebut harus dibarengi dengan komitmen profesionalitas pekerja dalam mematuhi Peraturan Perusahaan (PP).
“Jadi, hak dan kewajiban bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipahami dan dijalankan secara seimbang,” tutur Indah.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAJadwal Lengkap Super League dan Championship Indonesia Hari Ini
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
EKONOMIMenaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANNihayatul Wafiroh Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan ke Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PERISTIWAPenembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Didesak Buka Daftar Korban Penyadapan yang Seret Mantan Petinggi Polri
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWATNI Temukan Black Box M-17 yang Jatuh Saat Tugas Karhutla
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
E-SportMPL ID Season 18: BTR Tumbangkan TLID 4-3, Melaju ke Grand Final
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALIran-AS Kembali Memanas! Dua Rudal Hantam Pulau Qeshm, Trump Akui Serangan Terbatas
hendra·11 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTegur Suami Gegara Judi, Istri di Jakbar Dianiaya hingga Disundut Bara Rokok
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan