Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Menaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru ​

Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkular berpotensi membuka 4,4 juta lapangan kerja dan meningkatkan PDB hingga Rp638 triliun pada 2030.

Bagikan:
Menteri Ketenagakerjaan (Menaket) Yassierli menyatakan transformasi menuju ekonomi sirkular berpotensi membuka jutaan lapangan kerja baru di Indonesia. (foto: kemnaker)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaket) Yassierli menyatakan transformasi menuju ekonomi sirkular berpotensi membuka jutaan lapangan kerja baru di Indonesia. (foto: kemnaker)
A A

Nusantaraterkini.co, CIREBON-Menteri Ketenagakerjaan (Menaket) menyatakan transformasi menuju berpotensi membuka jutaan baru di Indonesia. Perubahan model industri dari sistem linear penghasil limbah menuju pemanfaatan kembali bahan baku dinilai mampu menambah 4,4 juta tenaga kerja hingga 2030 serta mendongkrak produk domestik bruto hingga Rp638 triliun.

​Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam acara Industrial Engineering Festival of Cirebon (IEFC) ITB 2026 yang berlangsung di Kampus ITB Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (7/11/2026). 

Ia menjelaskan, esensi adalah menghilangkan limbah melalui proses daur ulang, penggunaan kembali, serta intervensi material agar bernilai tambah.

​Potensi besar tersebut tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari bidang pangan, plastik kemasan, elektronik, konstruksi, hingga industri tekstil. Sebagai contoh, sisa pengolahan ikan seperti kepala, sirip, dan ekor yang selama ini dianggap sampah ternyata dapat diolah kembali menjadi produk tepung bernilai ekonomis.

​Guna mengoptimalkan potensi ini, lanjutnya, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu, termasuk pelibatan mahasiswa teknik industri, farmasi, dan teknik kimia dalam pengembangan teknologi pengolahan material. Kendati demikian, ekspansi sektor kerja hijau atau harus tetap memegang teguh prinsip pekerjaan layak.

​" itu tidak hanya hijau, tetapi juga harus layak. Jangan sampai kita membangun ekosistem yang ramah lingkungan, tetapi pekerjaannya tidak terlindungi dan gajinya jauh di bawah upah minimum," tegas Yassierli.

​Ditambahkannya, pemerintah juga berkomitmen memberikan perhatian kepada para pekerja informal di sektor persampahan dengan memperkuat pengakuan profesi, meningkatkan keterampilan, serta memperluas jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan.

​"Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, mengoptimalkan program pelatihan vokasi nasional serta pemagangan nasional," pungkasmya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru