Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bursa Asia Bervariasi Mengekor Kenaikan Wall Street yang Dipicu Investor Menunggu Keputusan Federal Reserve

Bursa Asia bervariasi di pasar spot di mana indeks Nikkei 225 menguat 0,34% ke 39.590,91. Berbeda, indeks Hang Seng melemah 0,59% ke 19.678,03.

Bagikan:
Bursa Asia bervariasi di pasar spot di mana indeks Nikkei 225 menguat 0,34% ke 39.590,91. Berbeda, indeks Hang Seng melemah 0,59% ke 19.678,03.(sumber foto: reuters)
Bursa Asia bervariasi di pasar spot di mana indeks Nikkei 225 menguat 0,34% ke 39.590,91. Berbeda, indeks Hang Seng melemah 0,59% ke 19.678,03.(sumber foto: reuters)
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan hari ini. Selasa (17/12/2024), pukul 08.21 WIB Bursa Asia bervariasi di di mana indeks menguat 0,34% ke 39.590,91. Berbeda, indeks melemah 0,59% ke 19.678,03.

BACA: Bursa Asia Bervariasi Dengan Kecenderungan Menguat di Awal Perdagangan Pekan Ini

Di sisi lain, indeks Taiex naik 0,39% ke 23.129,6. Indeks Kospi melemah 0,73% ke 2.470,8 dan indeks ASX 200 naik 0,78% ke 8.313,5.

Kemudian, untuk FTSE Straits Times melemah 0,36% ke 3.807,34 dan FTSE Malay turun 0,24% ke 1.602,98.

BACA: Mayoritas Bursa Asia Turun Mengikuti Penurunan Saham AS Menjelang Rilis Data Pekerja AS

Bursa Asia dibuka bervariasi, mengikuti kenaikan beragam di Wall Street karena investor menunggu keputusan Federal Reserve.

Di mana indeks S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan 0,44% lebih tinggi.

Semalam di AS, indeks Nasdaq Composite menguat dan kembali catat rekor penutupan tertinggi, terangkat oleh reli di sektor teknologi. Indeks yang sarat teknologi naik 1,24% ke 20.173,89, 

Sementara, indeks S&P 500 naik 0,38%, ditutup ke 6.074,08 dan ndeks ditutup melemah 110,58 poin atau 0,25%, hingga ditutup pada 43.717,48. 

Indeks Dow yang terdiri dari 30 saham turun untuk hari kedelapan, menandai penurunan terpanjang sejak 2018.

Keputusan pada 18 Desember di AS juga akan menjadi perhatian utama investor, dengan alat CME Fedwatch saat ini memperkirakan peluang 98,2% untuk pemotongan 25 basis poin.

Berlawanan dengan tren kenaikan umum, Nvidia, produsen chip kecerdasan buatan yang telah mendorong kenaikan saham selama dua tahun terakhir, mengalami koreksi 1,7%. Penurunan ini mendorong saham ke wilayah koreksi, jatuh lebih dari 10% dari titik tertinggi sepanjang masa baru-baru ini pada bulan November.

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait