Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Belum Pulih dari Banjir, Warga Hutanabolon akan Rayakan Natal dalam Keterbatasan

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, saat menunggu pembagian sembako, Jumat (19/12/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPANULI TENGAH - Warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, akan merayakan Natal pada 25 Desember mendatang dengan kondisi permukiman yang belum pulih akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November lalu.

Hingga Jumat (19/12/2025), sejumlah rumah warga masih rusak parah. Lumpur bercampur material kayu yang terbawa arus banjir dari hulu sungai terlihat menumpuk di berbagai titik permukiman. Bekas longsoran juga masih tampak di beberapa bagian kampung, sementara sebagian penyintas berupaya membersihkan rumah mereka secara mandiri.

Baca Juga : Gereja di Padangsidimpuan Gelar Persiapan Menjelang Natal 

Kondisi tersebut membuat perayaan Natal berlangsung jauh lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah tradisi lokal yang biasanya mengiringi perayaan Natal terpaksa ditiadakan, dengan warga memilih memusatkan kegiatan pada ibadah dan saling menguatkan di antara sesama korban bencana.

“Biasanya sejak awal Desember sudah ada berbagai kegiatan, seperti masak bersama dan kunjungan marga. Tahun ini semua itu tidak bisa dilakukan,” kata Poltak Tambunan (60), warga Hutanabolon, Jumat Sore.

Di Hutanabolon terdapat lima gereja yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat. Namun, dua di antaranya mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Akibatnya, perayaan Natal dipusatkan di satu gereja yang masih dapat digunakan, yakni Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Hutanabolon.

Baca Juga : Menebar Haru di Balik Jeruji: Saat ASN Pemprov Sumut Bawa Sukacita Natal ke Lapas Perempuan Medan 

Pendeta HKBP Hutanabolon, Paten Sidabutar, mengatakan, Natal tahun ini menjadi momentum refleksi dan penguatan iman bagi jemaat yang terdampak bencana.

“Perayaannya sangat sederhana. Tidak ada pesta atau perayaan besar. Fokus kami adalah ibadah dan saling menguatkan, karena banyak jemaat kehilangan rumah dan harta benda,” ujarnya.

Ia menambahkan, gereja berupaya berperan sebagai ruang pemulihan bagi warga, baik secara rohani maupun sosial.

Baca Juga : Wujud Empati Bencana, Panitia Natal ASN Sumut Alihkan Seremoni Menjadi Aksi Kemanusiaan 

“Kami berharap Natal ini memberi pengharapan baru, bahwa meskipun dilanda bencana, warga tidak menghadapi situasi ini sendirian,” kata Paten.

Sementara itu, hingga kini warga Hutanabolon masih menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah daerah, terutama terkait pembersihan material banjir, perbaikan rumah, dan pemulihan fasilitas umum yang rusak.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)