Bela Syahganda Nainggolan, Luhut Siahaan: Pejabat Malaysia Jangan Baper
Luhut Parlinggoman Siahaan membela Syahganda Nainggolan terkait polemik kabut asap lintas batas dan meminta Indonesia-Malaysia mengedepankan dialog.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA โ Praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Luhut Parlinggoman Siahaan, membela Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, yang mendapat reaksi dari sejumlah pihak di Malaysia terkait pernyataannya mengenai kabut asap lintas batas.
Menurut Luhut, perbedaan pandangan mengenai persoalan lingkungan seharusnya disikapi secara proporsional. Ia meminta para pejabat Malaysia tidak terburu-buru bereaksi keras tanpa memahami konteks pernyataan yang disampaikan pemerintah Indonesia.
โJangan baper. Kalau ada yang perlu diluruskan, sampaikan melalui komunikasi yang baik. Persoalan lingkungan seperti kabut asap tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menyudutkan,โ kata Luhut di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Luhut menilai, pernyataan Syahganda perlu ditempatkan dalam konteks hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga. Menurut dia, Indonesia memiliki kawasan hutan yang berperan penting bagi keseimbangan ekosistem regional sehingga upaya menjaga lingkungan merupakan kepentingan bersama.
โIndonesia punya tanggung jawab besar menjaga hutan dan lingkungan. Namun, persoalan kabut asap juga perlu dibicarakan secara objektif. Jangan sampai perbedaan pernyataan justru mengaburkan pentingnya kerja sama kedua negara,โ ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kerja serius, mulai dari pencegahan hingga pemadaman. Faktor cuaca dan iklim dapat memperburuk kebakaran, tetapi upaya pencegahan dan penegakan hukum tetap penting untuk dilakukan.
Bagi Luhut, Syahganda tidak seharusnya langsung disudutkan hanya karena pernyataannya memicu perdebatan. Ia menilai, komunikasi pemerintah perlu memberi ruang bagi penyampaian pandangan yang tegas, sekaligus tetap mempertimbangkan hubungan baik dengan negara tetangga.
โKalau ada perbedaan pandangan, mari dibahas melalui jalur diplomasi. Indonesia dan Malaysia sama-sama berkepentingan menjaga hubungan baik. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi polemik politik yang tidak produktif,โ katanya.
Luhut berharap kedua negara mengedepankan dialog dan kerja sama dalam menangani persoalan kabut asap lintas batas. Menurut dia, kepentingan lingkungan dan hubungan baik antarnegara semestinya menjadi prioritas, bukan saling melontarkan kecaman di ruang publik.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOPria Diduga Provokator Bentrokan yang Lukai Dua Jurnalis di Depan Mapolda Sumsel Bawa 2 Sajam
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Fokuskan APBD 2027 untuk Benahi 100 Titik Banjir hingga Kesejahteraan Guru
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Arsenal Kontra Lille, Arteta Kenang Peran Penting Olivier Giroud di Masa Lalu
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALAHY: Indonesia Harus Jadi Kekuatan Menengah Berpengaruh di Tengah Era Paradoks Global
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPermohonan Prapid Doddy Thahir Dikabulkan, Penetapan Tersangka tak Sah
Fadli Tara·5 jam yang lalu -
NASIONAL14 Orang Terjaring, KPK Amankan Uang Rp1,4 Miliar dan Logam Mulia dalam OTT di BNPB
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NASIONALBNPB Hormati Proses Hukum KPK Usai OTT, Pastikan Tetap Fokus Tugas Kemanusiaan
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
-
NEWSRiset Trend Asia Sebut PLTU Captive dan Ekspor Batubara Pemicu "BlackOut"
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALJurnalis Dihajar saat Live Unjuk Rasa, Pimred Tribun Sumsel dan Sripo Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan