Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bantuan Banjir dan Longsor di Tapteng Belum Merata, Banyak Wilayah Masih Terisolasi

Editor:  hendra
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jembatan Aek Sibundong di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Terlihat kondisi jalannya rusak parah. (Foto: Istimewa)

nusantaraterkini.co, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengatakan distribusi bantuan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) belum berjalan merata akibat sejumlah kecamatan yang masih terisolasi.

Kondisi itu membuat pengiriman logistik terhambat setelah bencana melanda Tapteng, pada Selasa (25/11/2025).

“Masih banyak kecamatan yang terisolir, baik akses masuk ke Tapteng maupun di dalam Tepteng sendiri seperti di Kecamatan Tukka ataupun Kecamatan Lumut," kata Bobby saat meninjau penanganan bencana di Tapteng, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga : Lantik Empat Pejabat Eselon II, Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Kerja Cepat dan Tepat

Bobby menyebut pemerintah menargetkan 10 titik penyaluran bantuan melalui jalur udara untuk menjangkau kawasan yang sama sekali tak bisa diakses lewat darat. Dua di antaranya berada di daerah Tukah dan Lumut.

“Beberapa titik jaraknya cukup jauh sehingga helikopter harus kembali meninjau ulang lokasi sebelum menjatuhkan bantuan,” ujarnya.

Selain akses darat yang putus, gangguan listrik dan jaringan komunikasi membuat pemetaan kebutuhan warga terdampak lebih sulit.

Baca Juga : Bobby Nasution Pastikan Tanggul Sei Wampu Langkat Segera Diperbaiki, Antisipasi Banjir Tidak Terulang

“Informasi kebutuhan dari TNI, pihak kecamatan, dan desa masih terbatas karena komunikasi belum pulih,” kata Bobby.

Ia meminta PLN dan operator telekomunikasi mempercepat pemulihan layanan agar koordinasi lapangan dapat berjalan lebih efektif.

Sementara dari tinjauan udara, kata Bobby, tim penanganan bencana juga mencatat titik-titik koordinat wilayah yang masih terisolir untuk keperluan pengiriman bantuan berikutnya.

Baca Juga : Perkuat Konektivitas Sumatera, Gubernur Bobby Nasution Resmikan Rute Udara Pinangsori–Pekanbaru ​

Banjir dan longsor di Tapteng dan Sibolga sejak Selasa, 26 November 2025, mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan memutus sejumlah jalur transportasi, sehingga bantuan belum dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Sebelumnya telah diberitakan, sejumlah warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengaku belum menerima bantuan hingga Sabtu (28/11/2025). Padahal, warga yang mengungsi sudah meninggalkan rumah yang rusak akibat bencana sejak Rabu (26/11/2025).

Yogi Hanafi misalnya, warga Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng, menyebut kondisi pengungsi semakin berat karena tidak adanya distribusi logistik hingga ke wilayah pelosok.

Baca Juga : Ambisi Gerbang Barat: Gubernur Bobby Nasution Gagas Mega-Integrasi Logistik Sumatera Utara

"Belum ada distribusi bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih dan perlengkapan darurat. Sebagian dari kami mengandalkan persediaan terbatas dari rumah masing-masing. Kondisi ini sudah tiga hari,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Akses telekomunikasi juga terganggu. Menurut Yogi, layanan internet satelit hanya tersedia di pusat ibukota kabupaten, sehingga banyak warga kesulitan memberi kabar kepada keluarga.

“Sinyal di sini putus-putus. Tak semua bisa menggunakan internet. Bagaimana mereka mengabari keluarga di rantau,” katanya dari Kecamatan Pandan, tempat ia mencari jaringan.

Baca Juga : Rico Waas Klarifikasi Bantuan 30 Ton Beras Red Crescent UEA: Bukan Ditolak, Tapi Dialihkan ke MDMC

Keluhan serupa disampaikan Dinda Azhari, asal Kecamatan Hajoran. Dia mengaku seluruh bantuan yang ada dibagi secara tidak merata. Akibatnya, banyak warga yang justru tidak mendapatkan bantuan.

"Kami yang dekat dengan kota saja susah dapat, apalagi yang di desa-desa pelosok," kata Dinda.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Solidaritas Masyarakat Menguat, Wali Kota Rico Waas Apresiasi Bantuan 1.000 Paket Logistik untuk Korban Banjir Medan