Bantuan Banjir dan Longsor di Tapteng Belum Merata, Banyak Wilayah Masih Terisolasi
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengatakan distribusi bantuan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng)
nusantaraterkini.co, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengatakan distribusi bantuan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) belum berjalan merata akibat sejumlah kecamatan yang masih terisolasi.
Kondisi itu membuat pengiriman logistik terhambat setelah bencana melanda Tapteng, pada Selasa (25/11/2025).
“Masih banyak kecamatan yang terisolir, baik akses masuk ke Tapteng maupun di dalam Tepteng sendiri seperti di Kecamatan Tukka ataupun Kecamatan Lumut," kata Bobby saat meninjau penanganan bencana di Tapteng, Minggu (30/11/2025).
Bobby menyebut pemerintah menargetkan 10 titik penyaluran bantuan melalui jalur udara untuk menjangkau kawasan yang sama sekali tak bisa diakses lewat darat. Dua di antaranya berada di daerah Tukah dan Lumut.
“Beberapa titik jaraknya cukup jauh sehingga helikopter harus kembali meninjau ulang lokasi sebelum menjatuhkan bantuan,” ujarnya.
Selain akses darat yang putus, gangguan listrik dan jaringan komunikasi membuat pemetaan kebutuhan warga terdampak lebih sulit.
“Informasi kebutuhan dari TNI, pihak kecamatan, dan desa masih terbatas karena komunikasi belum pulih,” kata Bobby.
Ia meminta PLN dan operator telekomunikasi mempercepat pemulihan layanan agar koordinasi lapangan dapat berjalan lebih efektif.
Sementara dari tinjauan udara, kata Bobby, tim penanganan bencana juga mencatat titik-titik koordinat wilayah yang masih terisolir untuk keperluan pengiriman bantuan berikutnya.
Banjir dan longsor di Tapteng dan Sibolga sejak Selasa, 26 November 2025, mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan memutus sejumlah jalur transportasi, sehingga bantuan belum dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Sebelumnya telah diberitakan, sejumlah warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengaku belum menerima bantuan hingga Sabtu (28/11/2025). Padahal, warga yang mengungsi sudah meninggalkan rumah yang rusak akibat bencana sejak Rabu (26/11/2025).
Yogi Hanafi misalnya, warga Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng, menyebut kondisi pengungsi semakin berat karena tidak adanya distribusi logistik hingga ke wilayah pelosok.
"Belum ada distribusi bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih dan perlengkapan darurat. Sebagian dari kami mengandalkan persediaan terbatas dari rumah masing-masing. Kondisi ini sudah tiga hari,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Akses telekomunikasi juga terganggu. Menurut Yogi, layanan internet satelit hanya tersedia di pusat ibukota kabupaten, sehingga banyak warga kesulitan memberi kabar kepada keluarga.
“Sinyal di sini putus-putus. Tak semua bisa menggunakan internet. Bagaimana mereka mengabari keluarga di rantau,” katanya dari Kecamatan Pandan, tempat ia mencari jaringan.
Keluhan serupa disampaikan Dinda Azhari, asal Kecamatan Hajoran. Dia mengaku seluruh bantuan yang ada dibagi secara tidak merata. Akibatnya, banyak warga yang justru tidak mendapatkan bantuan.
"Kami yang dekat dengan kota saja susah dapat, apalagi yang di desa-desa pelosok," kata Dinda.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·5 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·7 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·8 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan