Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bantah Isu Tarif Transit, Houthi Tegaskan Pelayaran Bab al-Mandab Tetap Gratis

Houthi bantah rencana pungutan tarif kapal di Selat Bab al-Mandab, tegaskan layanan Jalur Aman tetap gratis

Sebuah kapal tanker pengangkut produk minyak bumi berlayar melintasi Laut Merah di dekat pintu masuk Terusan Suez di Kegubernuran Suez, Mesir, pada 11 Maret 2026. (Foto: Xinhua/Ahmed Gomaa)
Sebuah kapal tanker pengangkut produk minyak bumi berlayar melintasi Laut Merah di dekat pintu masuk Terusan Suez di Kegubernuran Suez, Mesir, pada 11 Maret 2026. (Foto: Xinhua/Ahmed Gomaa)
A A

Nusantaraterkini.co, SANAA - Kelompok di Yaman pada Sabtu (1/8/2026) membantah laporan yang menyebut pihaknya berencana mengenakan tarif kepada kapal-kapal komersial yang melintasi .

Kelompok itu mengungkapkan bahwa pelayaran melalui jalur perairan strategis tersebut tetap tidak dipungut biaya.

Dalam pernyataan pers, Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan (Humanitarian Operations Coordination Center/) yang dikelola Houthi mengatakan bahwa tidak ada keputusan yang telah diambil maupun sedang dipertimbangkan untuk memberlakukan tarif transit.

menyatakan bahwa layanan "Jalur Aman" (Safe Passage) yang disediakannya bersifat sukarela dan gratis. Layanan itu memberikan konfirmasi terlebih dahulu kepada kapal-kapal yang tidak menjadi sasaran embargo maritim yang diberlakukan kelompok tersebut, sehingga kapal-kapal itu dapat berlayar dengan aman melalui Laut Merah, , Teluk Aden, dan Laut Arab.

HOCC menambahkan bahwa perusahaan pelayaran yang menginginkan jaminan tersebut dapat mendaftarkan diri ke pusat itu, dan lebih lanjut menegaskan bahwa kapal-kapal yang tidak terkena embargo mereka dapat melintas tanpa harus melakukan pendaftaran.

HOCC juga memperingatkan perusahaan pelayaran agar tidak memberikan uang atau informasi kepada individu maupun entitas yang tidak berwenang yang mengatasnamakan pusat tersebut.

"Setiap individu atau entitas yang meminta pembayaran uang sebagai imbalan atas pelayaran melalui Selat Bab al-Mandab tidak mewakili pusat ini," kata HOCC.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap di kawasan tersebut menyusul pengumuman Houthi pada 20 Juli mengenai larangan bagi kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi di Laut Merah.

Kelompok itu menyebut kebijakan tersebut sebagai respons terhadap dugaan blokade Arab Saudi terhadap wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali di Yaman.

Selat Bab al-Mandab berfungsi sebagai jalur sempit (chokepoint) maritim krusial yang menghubungkan Teluk Aden dengan ujung selatan Laut Merah, sekaligus membentuk urat nadi yang tak tergantikan bagi pengiriman energi global dan perdagangan internasional dari dan menuju Terusan Suez.

Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa, ibu kota negara itu, dan sebagian besar wilayah di Yaman utara, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait