Bantah Isu Tarif Transit, Houthi Tegaskan Pelayaran Bab al-Mandab Tetap Gratis
Houthi bantah rencana pungutan tarif kapal di Selat Bab al-Mandab, tegaskan layanan Jalur Aman tetap gratis
Nusantaraterkini.co, SANAA - Kelompok Houthi di Yaman pada Sabtu (1/8/2026) membantah laporan yang menyebut pihaknya berencana mengenakan tarif kepada kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Bab al-Mandab.
Kelompok itu mengungkapkan bahwa pelayaran melalui jalur perairan strategis tersebut tetap tidak dipungut biaya.
Dalam pernyataan pers, Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan (Humanitarian Operations Coordination Center/HOCC) yang dikelola Houthi mengatakan bahwa tidak ada keputusan yang telah diambil maupun sedang dipertimbangkan untuk memberlakukan tarif transit.
HOCC menyatakan bahwa layanan "Jalur Aman" (Safe Passage) yang disediakannya bersifat sukarela dan gratis. Layanan itu memberikan konfirmasi terlebih dahulu kepada kapal-kapal yang tidak menjadi sasaran embargo maritim yang diberlakukan kelompok tersebut, sehingga kapal-kapal itu dapat berlayar dengan aman melalui Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, Teluk Aden, dan Laut Arab.
HOCC menambahkan bahwa perusahaan pelayaran yang menginginkan jaminan tersebut dapat mendaftarkan diri ke pusat itu, dan lebih lanjut menegaskan bahwa kapal-kapal yang tidak terkena embargo mereka dapat melintas tanpa harus melakukan pendaftaran.
HOCC juga memperingatkan perusahaan pelayaran agar tidak memberikan uang atau informasi kepada individu maupun entitas yang tidak berwenang yang mengatasnamakan pusat tersebut.
"Setiap individu atau entitas yang meminta pembayaran uang sebagai imbalan atas pelayaran melalui Selat Bab al-Mandab tidak mewakili pusat ini," kata HOCC.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan maritim di kawasan tersebut menyusul pengumuman Houthi pada 20 Juli mengenai larangan bagi kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi di Laut Merah.
Kelompok itu menyebut kebijakan tersebut sebagai respons terhadap dugaan blokade Arab Saudi terhadap wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali Houthi di Yaman.
Selat Bab al-Mandab berfungsi sebagai jalur sempit (chokepoint) maritim krusial yang menghubungkan Teluk Aden dengan ujung selatan Laut Merah, sekaligus membentuk urat nadi yang tak tergantikan bagi pengiriman energi global dan perdagangan internasional dari dan menuju Terusan Suez.
Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa, ibu kota negara itu, dan sebagian besar wilayah di Yaman utara, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·8 menit yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·12 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·13 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan