Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Banjir Dahsyat Landa Assam India, 98 Orang Tewas dan 170 Ribu Warga Terdampak

Banjir besar melanda Assam, India Timur, menewaskan sedikitnya 97 orang dan berdampak pada 170.000 warga. Lumpur menutup rumah dan lahan pertanian.

Bagikan:
Banjir besar yang melanda negara bagian Assam, India timur laut, menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa. Sedikitnya 98 orang meninggal dunia, sementara sekitar 170.000 warga terdampak akibat banjir dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah. (Foto: ilustrasi AI)
Banjir besar yang melanda negara bagian Assam, India timur laut, menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa. Sedikitnya 98 orang meninggal dunia, sementara sekitar 170.000 warga terdampak akibat banjir dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah. (Foto: ilustrasi AI)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Banjir besar yang melanda negara bagian , laut, menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa. Sedikitnya 98 orang meninggal dunia, sementara sekitar 170.000 warga terdampak akibat banjir dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah.

Bencana tersebut menjadi salah satu banjir paling parah yang terjadi di dalam beberapa tahun terakhir. Air bah tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga membawa lumpur dan material yang menutup sejumlah kawasan.

Laporan AFP yang dikutip Sabtu (8/8/2026) menyebutkan, lebih dari 14.000 hektare lahan pertanian ikut terendam. Kondisi di sejumlah wilayah terlihat memprihatinkan dengan rumah-rumah yang terendam sebagian, pohon tumbang hingga kendaraan yang tertutup lumpur.

Distrik Sivasagar menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling serius.

Anak 13 Tahun Meninggal Saat Selamatkan Anjing

Di tengah bencana tersebut, kisah pilu datang dari seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang meninggal ketika berusaha menyelamatkan anjing peliharaannya dari terjangan banjir.

Ketua Menteri Assam, Himanta Biswa Sarma, membagikan video saat dirinya mengunjungi keluarga korban. Dalam video tersebut, Sarma terlihat memberikan dukungan kepada orang tua anak tersebut.

"Tidak ada orang tua yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada anak mereka," tulis Sarma dalam unggahannya.

Peristiwa tersebut menjadi gambaran betapa besarnya dampak banjir yang kini dihadapi masyarakat Assam.

Pemerintah Sebut Kerusakan Sangat Besar

Menteri Kesehatan India, J.P. Nadda, juga telah mengunjungi wilayah yang terdampak banjir.

Menurut Nadda, tingkat kerusakan yang terjadi sangat luas sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu panjang.

"Desa demi desa telah terendam," kata Nadda kepada wartawan.

Banjir memang bukan fenomena baru bagi Assam. Setiap musim hujan yang berlangsung sekitar Juni hingga September, wilayah tersebut kerap menghadapi luapan beserta anak-anak sungainya.

Namun, sejumlah ahli menilai persoalannya kini semakin kompleks.

dan Aktivitas Manusia Jadi Sorotan

disebut ikut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut. Selain itu, pembangunan yang tidak terencana dinilai memperbesar dampak ketika hujan deras dan luapan sungai terjadi.

Warga serta sejumlah pejabat juga menyoroti aktivitas penambangan batu bara ilegal di negara bagian Nagaland yang berbatasan dengan Assam. Aktivitas tersebut dituding berkontribusi terhadap memburuknya kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko banjir di sejumlah kawasan.

Kelompok advokasi Climate Trends menilai tingkat keparahan banjir di Assam merupakan hasil interaksi sejumlah faktor, mulai dari pemanasan global, perubahan karakteristik aliran sungai hingga meningkatnya jumlah masyarakat yang tinggal di kawasan rentan bencana.

Kondisi tersebut membuat banjir tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga lebih sulit diprediksi dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait