Banjir Bandang Terjang Buleleng Bali, 2 Warga Meninggal, Tim Gabungan Cari Korban Hilang
Banjir bandang terjang Desa Banjar, Buleleng. 2 warga meninggal & 2 hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Jumat (6/3/2026) pukul 20.00 WITA, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Derasnya aliran air menyebabkan delapan warga terseret arus. Akibatnya dua orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, dan empat orang lainnya berhasil selamat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, pada Sabtu (7/3/2026), seluruh korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka oleh tim gabungan.
"Tim gabungan beserta masyarakat sekitar terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue-SAR) terhadap dua warga yang masih hilang," ungkapnya.
Di samping itu, tim gabungan juga melakukan pembersihan awal material lumpur, tanah, dan sampah pada rumah warga yang terdampak serta pembersihan material longsoran yang sempat menutup akses jalan.
Sementara, BPBD Kabupaten Buleleng telah menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak dan melakukan kaji cepat untuk mengetahui dampak bencana secara menyeluruh.
Selain menimbulkan korban jiwa, kata Muhari, banjir bandang juga menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak material lumpur, tanah, dan sampah yang terbawa arus.
"Hingga saat ini, kerugian materiel masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang," pungkasnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bali masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam dua hari ke depan.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah aliran sungai.
Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta langkah mitigasi bencana.
Pemerintah daerah diharapkan memperkuat pemantauan kondisi cuaca dan potensi ancaman bencana, memastikan kesiapan personel dan peralatan penanganan darurat, serta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana.
Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai dan wilayah perbukitan diimbau untuk tetap waspada, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama.
Warga juga disarankan untuk membersihkan saluran drainase, tidak membuang sampah ke sungai, serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
(zie/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·24 menit yang lalu -
KRIMINALLaporan Dugaan Pelecehan Murid Masuk Polisi, ICM Nonaktifkan Guru
hendra·47 menit yang lalu -
-
SEPAKBOLADeretan Bintang Sepak Bola yang Tetap Merumput Meski Mengidap Diabetes
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALJokowi hingga SBY Kenang Jasa Guruh Soekarnoputra: Dedikasi Nyata untuk Seni dan Politik
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Gandeng Pakar IPB Prof Basuki Wasis Usut Karhutla Korporasi di Ogan Ilir
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALTingkat Pengangguran Australia Naik ke Level Tertinggi sejak 2021
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALFirman Soebagyo Minta Pasar Rembang Tak Dibongkar Sebelum Ada Kepastian APBN
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KOMUNITASMahasiswa Sastra Indonesia Didorong Maksimalkan Ruang Kreativitas dan Kolaborasi
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan