Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Deretan Bintang Sepak Bola yang Tetap Merumput Meski Mengidap Diabetes

Diabetes Bukan Penghalang

Deretan pesepak bola profesional seperti Nacho, Mayoral, O'Brien, Morris, Samper dan Eikrem tetap aktif bermain meski hidup dengan diabetes tipe 1.

Deretan bintang sepak bola yang tetap merumput meski mengidap diabetes. (Foto: nusantaraterkini.co)
Deretan bintang sepak bola yang tetap merumput meski mengidap diabetes. (Foto: nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sejumlah pesepak bola profesional membuktikan bahwa diagnosis , termasuk diabetes tipe 1, tidak otomatis menghentikan karier mereka di lapangan hijau.

Dengan pengawasan medis, pengaturan pola makan, pemantauan kadar glukosa, serta penggunaan insulin dan teknologi kesehatan, sejumlah pemain tetap mampu menjalani tuntutan olahraga profesional.

Berikut beberapa pesepak bola yang masih aktif bermain dan diketahui hidup dengan tipe 1.

1. Nacho Fernández – Al-Qadsiah

Mantan kapten Real Madrid, Nacho Fernández, menjadi salah satu nama paling dikenal dalam daftar ini. Bek asal Spanyol tersebut didiagnosis diabetes tipe 1 ketika berusia 12 tahun.

Saat itu, ia sempat mendapat informasi bahwa kondisi tersebut dapat mengakhiri karier sepak bolanya. Namun, setelah berkonsultasi dengan dokter lain, Nacho tetap melanjutkan aktivitas olahraga dan karier profesionalnya.

Perjalanan Nacho kemudian membawanya menjadi pemain penting Real Madrid. Ia memperkuat klub tersebut selama lebih dari satu dekade dan menjadi bagian dari enam kesuksesan Liga Champions sebelum meninggalkan Madrid pada 2024.

Pada 2026, Nacho masih aktif bersama Al-Qadsiah di Liga Pro Saudi. Kontraknya tercatat berlaku hingga Juni 2027 dan ia tetap tampil dalam pertandingan kompetitif pada musim 2026/2027.

2. Borja Mayoral – Getafe

Penyerang Spanyol Borja Mayoral juga telah hidup dengan diabetes tipe 1 sejak masih kecil. Ia didiagnosis ketika berusia empat tahun.

Kondisi tersebut tidak menghentikan perjalanan Mayoral dari akademi Real Madrid hingga tampil di kompetisi sepak bola profesional.

Pada musim 2026/2027, Mayoral masih tercatat sebagai pemain Getafe di LaLiga. Data resmi LaLiga menunjukkan ia masih berada dalam skuad Getafe dan telah tampil pada awal musim tersebut.

Mayoral sebelumnya juga pernah berbicara mengenai kehidupannya dengan diabetes bersama pesepak bola Spanyol lainnya, Sergi Samper.

3. Jake O'Brien – Everton

Bek asal Republik Irlandia, Jake O'Brien, merupakan salah satu contoh pemain dengan diabetes tipe 1 yang mampu mencapai kompetisi papan atas Inggris.

O'Brien didiagnosis diabetes tipe 1 ketika berusia 16 tahun. Saat itu, ia mengalami penurunan berat badan dan sejumlah gejala yang kemudian membuatnya menjalani pemeriksaan medis.

Setelah melalui proses adaptasi dan pengelolaan kondisi tersebut, O'Brien melanjutkan karier profesionalnya. Ia pernah bermain di Belgia dan Prancis sebelum bergabung dengan Everton pada 2024.

Pada musim 2026/2027, O'Brien masih tercatat sebagai pemain Everton dan menjadi bagian dari kompetisi Premier League.

Ia juga menggunakan perangkat pemantauan glukosa untuk membantu mengontrol kadar gula darah dalam kesehariannya sebagai pesepak bola profesional.

4. Jordan Morris – Seattle Sounders

Jordan Morris merupakan salah satu pemain Amerika Serikat yang telah lama terbuka mengenai kehidupannya dengan diabetes tipe 1.

Penyerang Seattle Sounders tersebut didiagnosis ketika berusia sembilan tahun. Sejak itu, ia belajar mengatur asupan makanan, insulin, latihan dan kadar gula darah agar tetap dapat menjalani aktivitas sebagai atlet.

Morris kemudian menembus tim nasional Amerika Serikat dan berkarier profesional bersama Seattle Sounders. Hingga 2026, ia masih tercatat sebagai pemain klub MLS tersebut.

Dalam pengelolaan diabetesnya, Morris juga pernah menggunakan insulin pump dan kini memanfaatkan continuous glucose monitor (CGM) serta perangkat pompa insulin yang dapat digunakan saat bertanding.

5. Sergi Samper – Debreceni VSC

Nama lain yang menarik adalah Sergi Samper. Mantan pemain akademi Barcelona tersebut juga diketahui hidup dengan diabetes tipe 1.

Samper dan Borja Mayoral bahkan pernah berbagi pengalaman mengenai kondisi mereka ketika masih berada dalam lingkungan sepak bola Spanyol.

Karier Samper kemudian berlanjut ke Jepang, Spanyol dan Polandia. Pada Juli 2026, ia bergabung dengan Debreceni VSC di Liga Hungaria dan tercatat masih aktif sebagai pemain profesional pada musim 2026/2027.

6. Magnus Wolff Eikrem – KFUM Oslo

Gelandang asal Norwegia, Magnus Wolff Eikrem, juga memiliki perjalanan panjang bersama diabetes tipe 1.

Eikrem didiagnosis ketika berusia 16 tahun. Saat itu ia sedang berada di lingkungan Manchester United dan sempat membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi barunya sebelum kembali bermain.

Ia kemudian menjalani karier profesional di sejumlah klub Eropa dan MLS. Pada 2026, Eikrem kembali bermain di Norwegia dan tercatat memperkuat KFUM Oslo. Data pertandingan 2026 menunjukkan ia masih tampil di kompetisi domestik.

Bagaimana Pesepak Bola dengan Diabetes Tetap Bisa Bertanding?

Diabetes tipe 1 membuat tubuh tidak lagi memproduksi insulin secara normal sehingga pengelolaannya membutuhkan perhatian sepanjang waktu. Bagi atlet profesional, pengaturan kondisi tersebut harus disesuaikan dengan intensitas latihan dan pertandingan.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah Continuous Glucose Monitor (CGM). Perangkat ini memungkinkan pemantauan kadar glukosa secara berkala melalui sensor yang dikenakan pada tubuh.

Selain itu, pemain harus memperhatikan asupan karbohidrat dan kebutuhan energi sebelum maupun setelah latihan atau pertandingan. Penggunaan insulin juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien berdasarkan arahan tim medis.

Kisah para pemain tersebut menunjukkan bahwa diabetes tetap membutuhkan pengelolaan serius, tetapi diagnosis tersebut tidak dengan sendirinya mengakhiri kesempatan seseorang untuk berkarier sebagai atlet profesional.

Pengelolaan diabetes pada atlet tetap bersifat individual. Karena itu, strategi penggunaan insulin, pola makan, pemantauan glukosa dan aktivitas fisik harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemain bersama tenaga medis.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait