Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pantau Pemilu Rusia, Tamsil Linrung Soroti Peran Teknologi

Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung soroti pemanfaatan teknologi dan e-voting dalam pemantauan Pemilu Rusia di Moskow

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung memimpin delegasi DPD RI dalam pemantauan Pemilu Anggota Duma Negara Federasi Rusia di Moskow, Rusia, Sabtu (26/9/2026). (Foto: dok DPD)
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung memimpin delegasi DPD RI dalam pemantauan Pemilu Anggota Duma Negara Federasi Rusia di Moskow, Rusia, Sabtu (26/9/2026). (Foto: dok DPD)
A A

Nusantaraterkini.co, MOSKOW — Wakil Ketua DPD memimpin delegasi memantau pelaksanaan Pemilu Anggota Duma Negara Federasi Rusia di sejumlah wilayah, termasuk Moskow, Sabtu (26/9/2026).

Delegasi Indonesia mengamati sejumlah tahapan, mulai dari pembukaan TPS, pemungutan dan penghitungan suara hingga penyusunan protokol hasil.

Tamsil menilai pemanfaatan teknologi dalam menjadi salah satu hal penting yang dapat dipelajari Indonesia. Teknologi digunakan dalam pengelolaan informasi, pemungutan dan penghitungan suara, dokumentasi, serta pengawasan.

Rusia juga menyediakan Remote Electronic Voting (REV) dan sejumlah mekanisme alternatif bagi pemilih yang tidak dapat hadir di TPS.

“Teknologi telah mengubah cara demokrasi bekerja,” ujar Tamsil.

Menurut Tamsil, digitalisasi pemilu dapat memperkuat transparansi sekaligus menyediakan jejak digital yang dapat diverifikasi ketika terjadi sengketa.

Setiap tahapan yang tercatat dan terdokumentasi dinilai dapat memperkuat basis pembuktian serta mengurangi kesalahan prosedural dan perbedaan tafsir terhadap proses maupun hasil pemilu.

Meski demikian, Tamsil menegaskan teknologi tidak serta-merta menghilangkan sengketa. Karena itu, penerapan teknologi harus diiringi perhatian terhadap keamanan sistem, validitas data, perlindungan data pribadi, serta kemampuan pengawas dalam memverifikasi proses elektronik.

“Demokrasi membutuhkan suara yang sah, tetapi juga membutuhkan proses yang dapat dibuktikan,” katanya.

Tamsil menyebut pengalaman Rusia dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia untuk mengembangkan demokrasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai musyawarah, gotong royong, dan keterwakilan.

Pemantauan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat diplomasi parlemen Indonesia-Rusia melalui kerja sama di bidang demokrasi, kepemiluan, investasi, antardaerah, dan alih teknologi.

“Teknologi jangan hanya membuat sistem menjadi canggih. Demokrasi juga harus membuat kehidupan rakyat lebih baik,” tutupnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait