Badan Antariksa Israel: Sebagian Besar Planet Kemungkinan akan Berakhir Mengembara Sendirian di Ruang Angkasa
Planet-planet pengembara ini diperkirakan terlontar dari sistem planet asalnya dan terombang-ambing
Nusantaraterkini.co, YERUSALEM - Sebagian besar planet di alam semesta kemungkinan akan berakhir "berkelana" dan mengembara di ruang angkasa tanpa mengorbit sebuah bintang, demikian menurut sebuah studi baru dari Institut Teknologi Israel (Israel Institute of Technology) sebagaimana diungkapkan oleh Badan Antariksa Israel (Israel Space Agency) pada Senin (14/4/2025).
Planet-planet pengembara ini diperkirakan terlontar dari sistem planet asalnya dan terombang-ambing akibat interaksi gravitasi dengan planet-planet tetangganya.
Menggunakan simulasi komputer yang canggih, para peneliti mempelajari bagaimana sistem planet berevolusi. Mereka menemukan bahwa tarikan gravitasi antarplanet sering menyebabkan ketidakstabilan, sehingga mendorong banyak planet terlontar dari sistemnya. Tergantung pada jumlah planet yang ada di dalam sebuah sistem, 40-80 persen di antara planet-planet dalam sistem tersebut mungkin pada akhirnya akan terlontar.
Baca Juga: Ini Dampak Serius jika Gravitasi Mars Tarik Bumi Mendekat ke Matahari
Sebagian besar lontaran ini terjadi dalam 100 juta tahun pertama setelah sebuah sistem terbentuk, namun beberapa di antaranya dapat terjadi hingga satu miliar tahun setelah pembentukannya.
Setelah terlontar, planet-planet ini bergerak di ruang angkasa dengan kecepatan yang relatif lambat, yakni antara 2 hingga 6 km per detik. Sebagai perbandingan, Bumi mengorbit Matahari dengan kecepatan lebih dari 30 km per detik.
Baca Juga: Unik 6 Planet Sejajar, Datang Lagi Agustus 2024
Studi ini juga menemukan bahwa sistem yang memiliki banyak planet cenderung menjadi tidak stabil seiring berjalannya waktu. Dalam sistem yang memiliki banyak planet, sekitar 70 persen planet dalam sistem tersebut pada akhirnya akan terlontar.
Planet yang lebih berat cenderung tetap berada di orbit, sedangkan planet yang lebih ringan akan lebih mudah terlontar.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWAPembangunan Tong Pengolahan Emas di Desa Simalagi Madina Telan Korban Jiwa
Rozie Winata·18 menit yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Tinjau Penanganan Karhutla dan Kondisi Gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan
Rozie Winata·30 menit yang lalu -
SUMUTBuddha Tzu Chi Bangun 241 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Padangsidimpuan
Rozie Winata·39 menit yang lalu -
NEWS VIDEOBuddha Tzu Chi Indonesia Kembali Bantu Korban Bencana, 241 Huntap di Padangsidimpuan Dibangun
Fadli Tara·43 menit yang lalu -
KRIMINALMasuk Panti Rehabilitasi, Pasien Narkoba Lapor Polisi karena Ngaku Dianiaya hingga Gendang Telinga Pecah
Rozie Winata·50 menit yang lalu -
NEWSTNI Berangkatkan 638 Prajurit Misi Perdamaian PBB ke Kongo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALFilep Wamafma Minta Hak Daerah Penghasil Diperkuat dalam RUU Migas
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALKetua DPRD Sumut Bantah Sengaja Perlambat Penyidikan Kasus Dhody Thahir di Polda
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSWarga Kampung Nelayan Seberang Belawan Minta Kejelasan Status Wilayah dan Kependudukan
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PENDIDIKANPenambahan Anggaran Kemendiktisaintek Harus Berdampak Nyata Bagi Pendidikan
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan