Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Aparat Gabungan Lakukan Pemeriksaan Ratusan Kendaraan Terjebak Banjir Bandang, Bau Busuk Mayat Dipastikan Hoax

Editor:  hendra
Reporter: Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan ratusan kendaraan yang terjebak banjir bandang, guna memastikan adanya informasi mayat yang terjebak dalam kendaraan, Senin (8/12/2025) siang. (Foto : Muhammad Alfi/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Menindak lanjuti adanya isu di media sosial terkait bau busuk mayat di sejumlah kendaraan yang terjebak banjir bandang, petugas gabungan dari Polres Aceh Tamiang dan Brimob Polda Aceh lakukan pemeriksaan seluruh kendaraan yang masih terparkir di pinggir jalan.

Satu persatu kendaraan baik itu roda empat maupun truk dan bus yang saat ini masih teronggok di pinggir Jalan Ir H. Juanda, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, di periksa secara cermat oleh petugas kepolisian, Senin (8/12/2025).

Pemeriksaan kendaraan yang dilakukan ini, terkait banyaknya informasi di sejumlah media sosial yang menyatakan bahwa terdapat bau busuk yang diduga berasal dari mayat yang tewas terjebak banjir saat berada di dalam mobil.

Baca Juga : Relawan AQL Laznas Peduli Muliakan Al Quran Rusak Terdampak Banjir 

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat gabungan ini, tidak satu pun mayat berhasil ditemukan dari dalam kendaraan yang di tinggal oleh pemiliknya lantaran rusak setelah terendam banjir bandang.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Mulyadi menerangkan, bahwa setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap ratusan kendaran tersebut, tidak satu pun terdapat korban atau pun jenazah yang tewas di dalam kendaraan.

"Setela kita periksa satu-persatu, tidak ada ditemukan mayat dalam kendaraan. Sehingga, bisa kita pastikan pemberitaan di sejumlah media sosial itu hoax," jelasnya.

Baca Juga : Aksi Taruna Akademi TNI Bersihkan Sekolah Pascabanjir di Aceh Tamiang

Hingga saat ini, untuk korban tewas akibat banjir bandang yang terjadi di kabupaten aceh tamiang sendiri, mencapai 57 orang. Sementara yang masih hilang, berjumlah 22 orang.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)