Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Anggota DPR Imas Kecam Aksi Premanisme terhadap Warga Garut: Jangan Balas Aspirasi dengan Intimidasi

Anggota DPR RI Imas Aan Ubudiyah mengecam aksi intimidasi terhadap warga Garut yang mengkritik jalan rusak dan menuntut transparansi Dana Desa.

Anggota DPR RI Imas Aan Ubudiyah meminta perlindungan bagi hak bicara warga desa setelah mencuatnya kasus intimidasi fisik terhadap seorang pria di Desa Panggalih, Garut, yang mengkritik jalan rusak, Senin (5/1/2026).(foto:istimewa)
Anggota DPR RI Imas Aan Ubudiyah meminta perlindungan bagi hak bicara warga desa setelah mencuatnya kasus intimidasi fisik terhadap seorang pria di Desa Panggalih, Garut, yang mengkritik jalan rusak, Senin (5/1/2026).(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, – Anggota meminta perlindungan bagi hak bicara warga desa setelah mencuatnya kasus intimidasi fisik terhadap seorang pria di Desa Panggalih, Garut, yang mengkritik . Legislator Jabar ini menegaskan bahwa perangkat desa harus menghormati dan tidak boleh menggunakan kekuasaan untuk membungkam kritik, terutama jika berkaitan dengan penggunaan yang bersumber dari uang rakyat.
​
Hal tersebut disampaikan Imas menyusul adanya dugaan intimidasi yang dialami seorang warga oleh keluarga Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

Intimidasi itu diduga terjadi setelah warga tersebut menyampaikan kritik terkait kondisi jalan desa yang rusak, meskipun terdapat alokasi dana desa.

Baca Juga : LBH Desak MA Lakukan Evaluasi Pengadilan Militer Medan Usai Dituding Provokator saat Pantau Sidang 

“Kritik itu obat, bukan malah dianggap sebagai masalah. Karena itu, saya sangat menyesalkan adanya dugaan intimidasi terhadap warga yang menyuarakan keinginannya agar jalan desa diperbaiki. Sikap seperti ini tidak seharusnya diterima oleh masyarakat,” ujar Imas di Garut, Senin (5/1/2026).

Imas menegaskan, setiap permasalahan di desa seharusnya disikapi dengan dialog yang sehat dan beretika, bukan dengan ancaman, ujaran kebencian, ataupun tindakan intimidatif lainnya.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jika memang ada problem, hadapi dengan keterbukaan dan musyawarah, bukan dengan cara-cara yang mencederai etika dan demokrasi,” tambah Anggota Komisi VI DPR ini.

Imas juga menekankan pentingnya transparansi dan optimalisasi penggunaan dana desa. Menurutnya, pengelolaan dana desa yang baik, akuntabel, dan terbuka akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kalau fasilitas desa baik dan dana desa dimanfaatkan secara maksimal serta transparan, saya yakin warga dengan sendirinya akan merasa bahagia dan percaya pada pemerintah desanya,” pungkas legislator dapil Jabar ini.

Sebelumnya, seorang warga Garut, Holis Muhlisin, mengalami intimidasi dari beberapa orang. Diduga, aksi intimidasi tersebut dilakukan oleh keluarga Kepala Desa Panggalih usai ia kritik perihal jalan rusak.

Holis membagikan video intimidasi itu di akun Facebooknya. Terlihat beberapa pria dan perempuan berbicara kepadanya dengan nada tinggi. Kerah baju Holis juga sempat diremas pelaku hingga menunjukkan gestur ingin memukul.

Baca Juga : Kepsek SMP Diduga Diintimidasi, Ini Kata Wakil Wali Kota Binjai 

“Rek anaonan didinya babarawakan cing sok? Hayang tenar didinya? Dek ngajago di media sosial? hayang kumaha? (dalam rangka apa anda teriak-teriak coba? Kamu mau terkenal? Mau ngejago di media sosial?)" ucap pelaku dalam video itu.

(Emn/Nusantaraterkini.co)




Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait