Analis Pasar: IHSG Diramalkan akan Bergerak dalam Kisaran 7.240–7.500
Pada perdagangan Jumat (1/8/2025) Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan dipengaruhi oleh sentimen global di Agustus 2025.
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (1/8/2025) Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan dipengaruhi oleh sentimen global di Agustus 2025.
Baca Juga : Analis Pasar: Besok, IHSG Dipengaruhi Dampak Tarif dan Tensi Geopolitik Regional
Tapi, IHSG menutup perdagangan perdana di Agustus 2025 dengan menguat 0,71% ke level 7.537,77 di pasar spot.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan, masih ada peluang rebound teknikal di pertengahan bulan ke arah akhir bulan alias dua pekan terakhir di Agustus 2025.
Baca Juga : IHSG Naik 87,334 Poin ke Level 7.571,671 di Perdagangan Sesi Pertama Jumat (1/8/2025) Siang Ini
Menurutnya, meskipun tekanan eksternal masih ada seperti risiko perlambatan global akibat dampak tarif dan tensi geopolitik regional, IHSG relatif defensif dibanding bursa regional lain.
“Terutama karena sektor-sektor konglomerasi yang berkapitalisasi besar dan yang mendapatkan katalis positif dari keterbaruan terkait tarif impor global belakangan ini,” jelasnya.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG akan Kembali Terkoreksi dengan Support 7.457 dan Resistance 7.616
Liza bilang, ada beberapa sentimen besar yang patut dicermati oleh investor. Yakni, berlakunya tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump per 1 Agustus 2025.
Selain itu, Agustus menjadi puncak rilis kinerja emiten periode semester I-2025. Liza menilai ada potensi kejutan positif dari sektor perbankan, telekomunikasi dan tambang logam mulia.
Investor juga dapat mencermati kebijakan Bank Indonesia (BI) dan nilai tukar rupiah. Dengan inflasi yang terkendali dan rupiah yang stabil, Kiwoom Sekuritas memproyeksikan masih ada peluang BI memangkas suku bunga.
"Ini akan menjadi katalis positif bagi sektor domestik terlebih perbankan yang saat ini masih laggard akibat tertekan dari kinerja para emiten," ucap Liza.
Terakhir, prospek China dan global. Meskipun headline GDP China masih tumbuh solid di 5,3%, aktivitas manufaktur dan ekspor mereka terus melemah, tetapi ini dapat menekan harga komoditas dan permintaan global.
"Hal tersebut akan berdampak ke sektor energi dan logam di Indonesia. Namun sisi positifnya, pelemahan China membuka ruang pelonggaran moneter regional, termasuk di Indonesia," kata dia
Kiwoom Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam kisaran 7.240–7.500 di Agustus 2025. Ada lima saham yang menjadi unggulan Kiwoom Sekuritas untuk bulan ini.
Yakni, BBCA dengan target harga di Rp 10.200, KLBF dengan target di Rp 1.770. Kemudian ada MDKA, AKRA dan SSIA dengan masing-masing target harga di Rp 2.850, Rp 1.630 dan Rp 650.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·18 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Menjadi Rp2.590.000 Per Gram, Cek Lengkapnya
Rozie Winata·31 menit yang lalu -
NEWSBP BUMN Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Jurnalis dan ABK Arupadatu I
Herman Saleh Harahap·35 menit yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Dorong KAI Tambah Armada KRL Jabodetabek
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELTNI dan Pemko Palembang Gelar Gotong Royong Bersihkan Aliran Sungai Sekanak
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEODasco Minta Komisi III Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
-
NEWSPolri Perkuat Tata Kelola Institusi Lewat Buku Police Governance
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMSELAtasi Kemacetan, Pemko Palembang Bakal Tertibkan Pasar Tradisional
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran di Padangsidimpuan Hanguskan 9 Rumah, 1 Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan