Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

8,24 Sabu Dibalut Tisu Disita Polisi, Usai Ringkus Bandar Narkoba di Hamparan Perak

Bandar narkoba jenis sabu tak berkutik saat diringkus Sat Res Narkoba Polres Binjai di Desa Tandam Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang.

Pelaku dan barang bukti sabu saat diamankan Sat Res Narkoba Polres Binjai, Selasa (16/7/2024).
Pelaku dan barang bukti sabu saat diamankan Sat Res Narkoba Polres Binjai, Selasa (16/7/2024).
A A

Nusantaraterkini.co, BINJAI - jenis tak berkutik saat diringkus Sat Res Narkoba di Desa Tandam Hilir II, Kecamatan , , .

Adapun identitas itu berinisial ASP (26). ASP ditangkap pada, Jumat (12/7/2024) sore.

Tak hanya itu, ASP diduga sebagai bandar yang siap antarkan pesanan narkotika jenis sabu kepada calon pembelinya.

Kasi Humas , Iptu Riswansyah menjelaskan, penangkapan ini atas informasi dari masyarakat. Atas informasi dimaksud, Sat Res Narkoba Polres Binjai melakukan penyelidikan.

"Tim melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap terduga pelaku. Kemudian petugas menemukan seorang laki-laki yang sedang berdiri di pinggir jalan," ujar Riswansyah, Selasa (16/7/2024).

Lanjut Riswansyah, ASP diamankan saat tengah menunggu pembeli untuk melakukan transaksi tersebut.

Riswansyah menambahkan, ASP sempat berupaya kabur dengan mengendarai motor.

"Namun berkat kesigapan dan gerak cepat, tim dapat melakukan penangkapan terhadap ASP," ucap Riswansyah.

Dilakukan penggeledahan terhadap pelaku. Ditemukan barang bukti lima paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 6,18 gram dibalut tisu, satu plastik klip transparan, satu hp merek Infinix dan satu motor Honda Vario tanpa nomor .

Sedangkan itu, ASP saat diinterogasi mengaku, dapat narkotika jenis sabu itu dari seorang perempuan berinisial AT.

"Saat dilakukan pengembangan, keberadaan AT tidak ditemukan," ujar Riswansyah.

Riswansyah menambahkan, personel juga melakukan penggeledahan dirumah kontrakan ASP.

Hasilnya ditemukan barang bukti empat paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 2,24 gram dibalut tisu dan satu tas yang digunakan sebagai tempat penyimpanan.

"Pelaku ASP (26) disangkakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara," tukasnya. (rsy/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait