Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Usir Pejabat KAI di Gerbong Presiden Prabowo, Seskab Teddy Dinilai Arogan

Seskab Teddy dikritik Fernando Emas terkait video pengusiran pejabat KAI dan perwakilan Kemenhub dari gerbong LRT Presiden Prabowo.

Sikap Teddy Indra Wijaya dalam peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai menuai sorotan. Fernando Emas menilai tindakan meminta petinggi KAI dan Direksi Jakpro keluar dari gerbong Prabowo tidak patut, Kamis (17/9/2026). (foto: istimewa)
Sikap Teddy Indra Wijaya dalam peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai menuai sorotan. Fernando Emas menilai tindakan meminta petinggi KAI dan Direksi Jakpro keluar dari gerbong Prabowo tidak patut, Kamis (17/9/2026). (foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Aksi Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor yang mengusir jajaran petinggi PT KAI, perwakilan Kementerian Perhubungan, dan Direksi Jakpro keluar dari gerbong LRT yang ditumpangi Presiden Prabowo Subianto memicu gelombang kritik keras.

Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menilai tindakan tersebut berlebihan dan menunjukkan sikap arogan. Menurutnya, para petinggi KAI dan perwakilan Kementerian Perhubungan semestinya dapat mendampingi Presiden Prabowo dalam perjalanan menggunakan LRT tersebut.

"Berulang kali Sekretaris Kabinet menunjukkan sikap berlebihan dan arogan terhadap pihak yang berkepentingan terkait dengan momen peresmian yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto," kata Fernando kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (17/9/2026).

Fernando kemudian menyinggung kejadian sebelumnya pada 14 Februari 2024, ketika Teddy disebut pernah menggeser seorang dokter militer berpangkat kolonel saat mendampingi Presiden Joko Widodo.

Menurut Fernando, kejadian serupa kembali terjadi dalam peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai. Ia menyayangkan para petinggi KAI dan perwakilan Kementerian Perhubungan yang terlibat dalam agenda tersebut justru tidak diperkenankan berada dalam satu gerbong dengan Presiden.

"Sungguh tindakan tersebut tidak patut dilakukan dan menunjukkan sikap arogansi. Sangat wajar kalau mereka juga turut melakukan pendampingan ketika Prabowo mencoba menggunakan LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai," ujarnya.

Fernando menilai sikap tersebut juga berpotensi menciptakan jarak antara Presiden dengan masyarakat maupun pihak-pihak yang berkepentingan dalam agenda pemerintahan.

"Bagaimana lagi masyarakat bisa mendekat kepada Presiden Prabowo, sedangkan para petinggi KAI dan Kementerian Perhubungan yang pada saat tersebut dilibatkan namun tidak bisa masuk dalam satu gerbong," katanya.

Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo merupakan Presiden seluruh rakyat Indonesia sehingga akses dan interaksi dengan kepala negara tidak semestinya terlalu dibatasi oleh orang-orang di lingkaran terdekatnya.

"Harus diingat, bahwa Presiden Prabowo Subianto milik seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya milik Teddy Indra Wijaya atau segelintir orang saja," tegas Fernando.

Lebih lanjut, Fernando bahkan meminta agar Presiden Prabowo mengevaluasi posisi Teddy sebagai Seskab. Ia mengusulkan Teddy dikembalikan ke kesatuannya di TNI.

"Seharusnya Prabowo sudah mencopot Teddy dan mengembalikan ke kesatuan di TNI karena sudah berulang kali mencederai hati masyarakat dan menunjukkan sikap yang tidak sepatutnya," ujarnya.

Fernando juga mengingatkan bahwa perilaku orang-orang di sekitar Presiden dapat memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintahan Prabowo.

"Bisa-bisa masyarakat semakin tidak suka dengan kepemimpinan Prabowo Subianto karena orang di sekitarnya, termasuk Teddy," pungkasnya.

Sebelumnya beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan Presiden Prabowo bersama Gubernur Jakarta, Pramono Anung naik dalam satu gerbong dimana disitu sudah ada petinggi KAI hingga Direksi Jakpro. Melihat itu, Seskab Teddy Indrajaya langsung buru-buru mengusir mereka untuk pindah ke gerbong lain dengan alasan harus steril.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait