Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kepala BPOM RI Warning Potensi Penyakit Terkait Temuan IPAL Terbuka

BPOM RI temukan IPAL terbuka saat sidak SPPG Palembang dan ingatkan potensi penyakit yang dapat mengancam keamanan MBG.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar saat menyidak SPPG Bukit Baru I, Demang Lebar Daun Palembang, Jumat (31/7/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar saat menyidak SPPG Bukit Baru I, Demang Lebar Daun Palembang, Jumat (31/7/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, mengoreksi keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah () yang masih terbuka saat meninjau salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi () di Kota Palembang, Jumat (31/7/2026).

Temuan tersebut dinilai berpotensi menjadi sarang serangga pembawa penyakit yang dapat mengancam higienitas Program (). Taruna menyampaikan jika pengolahan limbah yang tidak tertutup rapi dapat mengundang vektor penyakit seperti lalat. Hal ini tidak boleh dianggap sepele, karena berdampak langsung pada keamanan makanan anak-anak.

"Ada catatan kecil yang perlu diperhatikan, salah satunya pembuangan atau amdal limbah yang perlu ditutup. Jika terbuka bisa jadi sumber serangga seperti lalat. Jangan menganggap hal kecil, ini berdampak besar," ujar Taruna saat diwawancarai langsung usai meninjau.

Langkah pengetatan standar kelayakan ini diambil untuk menekan angka Kejadian Luar Biasa (KLB) secara nasional, sekaligus mengawal kualitas SDM menjelang puncak bonus demografi 2045.

"Tahun 2025 lalu kasus keracunan cukup tinggi mencapai 21.094 anak. Di tahun ini kita ingin reduksi semaksimal mungkin, dari bahan baku hingga penerima manfaat. Program wajib hukumnya kita dukung," tegasnya.

Untuk mengawasi puluhan ribu di Indonesia tanpa harus menempatkan petugas harian di lokasi dapur, BPOM mengandalkan tiga strategi utama.

"Pertama lewat metode surveillance berdasarkan tingkat kerawanan wilayah. Kedua, melatih ahli SPPG sebagai agen pengawasan BPOM. Ketiga, memperkuat koordinasi lintas kelembagaan," imbuhnya.

Pengawasan di daerah dijalankan secara berjenjang dengan memanfaatkan jejaring Balai Besar di tingkat kota di seluruh Indonesia, Loka di beberapa kabupaten/kota, hingga Pos POM di beberapa kecematan yang ada di Indonesia yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

“Dalam konteks itulah, tim ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah sebagai bagian payung untuk melakukan pengawasan dalam konteks yang lebih terstruktur, termasuk untuk mengambil sampel dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kota , Sulaiman Amin memastikan pihak pemerintah daerah segera menutup saluran limbah tersebut demi menjamin kelayakan SPPG.

"Pak Kepala BPOM memberikan koreksi terutama masalah yang tidak boleh terbuka, karena memicu timbulnya penyakit. Catatan ini langsung kami tindak lanjuti," tuturnya.

Ia menambahkan, Pemkot Palembang bersama Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan Balai POM untuk menyelesaikan proses sertifikasi mutu dan kesehatan seluruh SPPG di Kota Palembang.

“Jadi kita berharap tentunya sesuai dengan koreksi dari beliau tadi bahwa begitu pentingnya SPPG ini, termasuk juga pengawasan akan melibatkan dari BPOM, termasuk juga dari instansi maupun pemerintah daerah,” ucap dia.

( Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru