Tembus 1 Juta Orang, DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Pengangguran Sarjana dan Atasi Skill Mismatch
Pengangguran sarjana tembus 1,03 juta orang. DPR dorong pemerintah atasi skill mismatch, perkuat link and match, dan ciptakan lapangan kerja.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Memiliki gelar sarjana ternyata belum menjadi tiket otomatis untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan kenyataan pahit bahwa lebih dari 1 juta lulusan perguruan tinggi saat ini berstatus sebagai penganggur.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah penganggur berlatar belakang pendidikan sarjana tercatat mencapai 1.033.182 orang. Angka tersebut menyumbang sekitar 14,31 persen dari total 7,22 juta penganggur secara nasional.
Kondisi memprihatinkan ini mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin. Ia menegaskan bahwa tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana bukan semata-mata persoalan individu, melainkan sinyal kuat adanya ketidakseimbangan struktural antara dunia pendidikan tinggi dan pasar kerja.
“Pemerintah harus serius menangani persoalan pengangguran ini. Yang pertama tentu harus mendiagnosis faktor utama penyebab pengangguran, khususnya di kalangan sarjana,” kata Zainul, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, salah satu persoalan yang harus segera dibenahi adalah skill mismatch. Kompetensi yang dimiliki lulusan perguruan tinggi dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri dan perubahan pasar kerja yang berlangsung cepat.
Masalah lainnya adalah pertumbuhan jumlah lulusan perguruan tinggi yang tidak diikuti penciptaan lapangan kerja formal dalam jumlah sepadan.
“Ekspansi jumlah lulusan sarjana harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja formal. Kalau tidak, kesenjangan antara jumlah pencari kerja dengan kesempatan kerja akan semakin besar,” ujarnya.
Zainul meminta perguruan tinggi tidak berjalan sendiri dalam menyiapkan lulusan. Kampus harus lebih agresif menggandeng dunia industri agar kurikulum dan kompetensi mahasiswa benar-benar relevan dengan kebutuhan perusahaan.
“Perguruan tinggi harus aktif menjalin kerja sama dengan pihak industri. Link and match antara kampus dan dunia usaha harus benar-benar diwujudkan, sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan bisa lebih cepat diserap oleh pasar kerja,” jelasnya.
Namun, pembenahan pendidikan saja dinilai tidak cukup. Pemerintah juga harus memperbesar sisi permintaan tenaga kerja dengan memperluas penciptaan lapangan pekerjaan.
Salah satunya melalui insentif bagi proyek-proyek padat karya. Zainul menilai proyek pembangunan seharusnya tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi mesin penciptaan lapangan kerja.
“Pemerintah perlu memberikan insentif terhadap proyek padat karya, sehingga proyek-proyek pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.
Menurut Zainul, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri harus duduk bersama. Tanpa koordinasi ketiga pihak tersebut, persoalan pengangguran terdidik berpotensi terus berulang.
Kampus terus mencetak sarjana, tetapi jika lapangan kerja tak bertambah dan kompetensi lulusan tak sesuai kebutuhan industri, gelar akademik justru berisiko berakhir sebagai tiket menuju antrean panjang pencari kerja.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·9 menit yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·12 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·13 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan