Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Siasat Bertahan di Tengah Inflasi, Kuliner Murah jadi Oase bagi Mahasiswa dan Pekerja di Medan

Kuliner Rp10 ribu di Medan jadi solusi mahasiswa dan pekerja bertahan di tengah lonjakan harga pangan

Bagikan:
Suasana aktivitas para pelanggan saat menikmati hidangan di salah satu rumah makan di kawasan Jalan Pancing, Medan, Selasa (5/5/2026). (Foto: Kriswando Sinaga/nusantaraterkini.co)
Suasana aktivitas para pelanggan saat menikmati hidangan di salah satu rumah makan di kawasan Jalan Pancing, Medan, Selasa (5/5/2026). (Foto: Kriswando Sinaga/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, - Di tengah tren kenaikan harga bahan pokok yang terus membayangi masyarakat, fenomena kuliner dengan harga di bawah rata-rata pasar menjadi sorotan di Kota Medan.

Salah satu yang mencolok adalah keberadaan menu seharga Rp10.000, yang kini menjadi perhatian bagi kelompok tertentu, khususnya dan pekerja sektor informal.

Berdasarkan pantauan di salah satu titik pusat jajanan, Nasgor Halal Pattaya di kawasan Jalan Pancing, Medan, keberlanjutan harga murah ini memicu pertanyaan mengenai bagaimana pelaku usaha kecil mampu bertahan di tengah tekanan .

Seorang pelanggan tetap yang ditemui di lokasi, Jepri, yang merupakan perantau di mengakui, keberadaan tempat makan dengan harga murah adalah faktor penentu kelangsungan hidup bulanannya.

"Sebagai mahasiswa, pilihan kami sangat terbatas. Di saat mayoritas harga di Medan sudah menyentuh Rp15.000 hingga Rp20.000, adanya porsi Rp10.000 sangat membantu menjaga stabilitas pengeluaran harian," ujarnya kepada wartawan.

Namun, di balik harga yang terjangkau, terdapat strategi manajemen terkait biaya yang ketat. Pengelola usaha, yang meminta identitasnya disembunyikan mengatakan, sebagai bagian dari ekosistem lokal, harus melakukan efisiensi pada berbagai lini.

Salah satunya adalah pengambilan margin keuntungan yang sangat tipis untuk mengejar angka penjualan yang besar.

"Strateginya bukan mencari untung besar per porsi, melainkan bagaimana agar perputaran bahan baku cepat habis setiap hari. Kami juga memangkas rantai distribusi dengan mengambil pasokan langsung dari pengepul besar untuk menekan harga beli ayam potong," jelasnya.

Kehadiran seperti ini tidak hanya dilihat sebagai aktivitas bisnis semata, melainkan telah menjadi jaringan pengaman sosial bagi kelompok masyarakat rentan yang kesulitan beradaptasi dengan kenaikan di ibu kota Sumatera Utara (Sumut).

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru