Sejumlah Kepala Daerah 'Tumbang' di Retreat Magelang
Sejumlah kepala daerah yang mengikuti retreat di Akmil, Magelang, Jawa Tengah (Jateng) dikabarkan tumbang (tak bisa melanjutkan).
nusantaraterkini.co, MAGELANG - Sejumlah kepala daerah yang mengikuti retreat di Akmil, Magelang, Jawa Tengah (Jateng) dikabarkan tumbang (tak bisa melanjutkan).
Hali itu diketahui saat Wamendagri Bima Arya melakukan kunjungan ke lokasi tersebut pada Minggu (23/2/2025).
"Hari ketiga retreat di Akmil, Magelang, Jawa Tengah (Jateng) sejumlah kepala daerah yang mengikuti kegiatan tersebut mulai tumbang," kata Bima Arya saat berada di lokasi pada Minggu (23/2/2025).
Retreat akan berlangsung 7 hari hingga Jumat (28/2/2025) mendatang.
“Ada yang tumbang, tapi masih terkontrol, ada yang tensinya tinggi, gulanya tinggi, ada yang di rumah sakit. Ya, tapi kondisinya baik kok. Sepertinya kelelahan. Kurang tidur,” kata Bima dikutip kumparan, Senin (24/2/2025).
Eks Wali Kota Bogor ini menyebut, ada tiga orang yang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dokter. Namun dia tidak menyebutkan identitas mereka.
“Dua kepala daerah ada yang menginap di rumah sakit, yang satu hanya diinfus saja ya. Vitamin C saja,” ujar Bima.
“Tapi ada juga yang istirahat di tenda, ada sekitar 2 orang tadi istirahat di tenda. Nah, kondisinya memerlukan istirahat saja jadi kita berikan dispensasi untuk sementara ini tidur dulu tidak mengikuti pembelajaran. Mudah-mudahan besok fit lagi,” jelas Bima.
Selain ada yang sakit, kata Bima, ada beberapa kepala daerah yang diizinkan untuk meninggalkan Akmil lebih dahulu karena beberapa hal, salah satunya lantaran anaknya mengalami sakit parah.
“Ya, ada laporan ke kami anaknya kondisinya sakit parah, enggak konsen di sini, ya ditunjukkan bukti-bukti dari dokter. Maka kita izinkan untuk keluar ya, karena saya lihat kondisinya juga kritis, gitu,” kata Bima.
“Kemudian ada juga yang kondisinya di daerahnya ada sesuatu yang harus diselesaikan perlu menerima Sekda-nya. Ya, Sekda-nya tadi menghadap di sini, kita fasilitasi,” tuturnya.
Menurut Bima, keluarga dari kepala daerah juga diizinkan untuk menengok anggota keluarganya yang mengikuti retreat ini.
“Iya, tentunya minta izin ke kami ya, asal sejauh misalnya gak banyak gitu ya. Kemudian ada keperluan khusus dan tidak mengganggu jam-jam pembelajaran ya, tentu kita akan fasilitasi,” tutur dia.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALPolisi Bekuk Pelaku Pembobolan Ruang Guru SMP Muhammadiyah 3 Palembang
Rozie Winata·3 menit yang lalu -
EKONOMIDPR Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Impor Ilegal dan Persaingan Tidak Sehat
Rozie Winata·13 menit yang lalu -
SUMSELPemprov Sumsel Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Selama Sebulan, Warga Diimbau Manfaatkan Diskon dan Bebas Denda
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
SEPAKBOLAKejar Agresivitas Gol, John Herdman Optimis Bawa Indonesia ke Final ASEAN Cup 2026
Rozie Winata·53 menit yang lalu -
SUMUTPemko Padangsidimpuan dan Satgas PRR Genjot Percepatan Rekontruksi Pascabencana
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALKrisis Demografi: Populasi Jepang Anjlok 2,5 Persen dalam Sensus Terbaru
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIWabup Pasaman Apresiasi Program Jemari Kejaksaan Negeri
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
OLAHRAGAIndonesia Tempati Peringkat 13 Perolehan Medali Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan