Sambut Kepulangan Suami dan Saudara Usai Disekap Delapan Bulan di Kamboja, Yuliana: Rasanya Campur Aduk
Kisah haru keluarga PMI asal Palembang yang disekap di Kamboja, ungkap trauma penyiksaan selama 8 bulan sebelum akhirnya dipulangkan.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Istri dari salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban penipuan kerja di Kamboja mengungkapkan rasa haru yang mendalam sekaligus menceritakan trauma penyiksaan fisik yang dialami keluarganya selama delapan bulan penyekapan.
Yuliani menyampaikan rasa syukur atas pemulangan suaminya M. Ulik beserta dua saudaranya, Amar dan Reza yang sempat terjebak dalam sindikat penipuan daring (scaming) di Kamboja pada, Senin (30/3/2026).
“Rasanya bangga, lega, campur aduk, tidak bisa bicara apa-apa lagi. Saya hanya bersyukur dan berterima kasih banyak kepada Bapak yang telah membantu memulangkan suami dan saudara-saudara saya,” ujar Yuliani saat diwawancarai langsung di Kantor Gubernur Sumsel.
Penderitaan keluarga ini bermula pada pertengahan tahun 2025 ketika para korban tergiur lowongan kerja di media sosial yang menjanjikan posisi di sebuah rumah makan. Namun setibanya di lokasi, ponsel mereka segera disita oleh pihak pengelola.
Ia mengatakan jika pihak keluarga di Palembang sempat kehilangan komunikasi total selama satu bulan sebelum akhirnya para korban berhasil melarikan diri menuju perlindungan KBRI.
“Kemarin itu tidak ada kontak karena HP-nya disita. Sempat hilang kontak sekitar satu bulan. Baru ada komunikasi lagi setelah mereka berhasil melarikan diri dari tempat kerjanya langsung menuju KBRI,” katanya.
Ia menjelaskan kondisi fisik dan psikis suaminya sangat memprihatinkan akibat tindakan represif yang diterima selama bekerja secara nonprosedural di negara tersebut.
“Katanya mereka disekap, dicambuk, hingga disetrum karena kerjanya dianggap tidak bagus. Ternyata bukan kerja di rumah makan, mereka cuma disiksa dan jarang dikasih makan,” jelasnya.
Kekejaman yang dialami para korban selama penyekapan tergolong sangat tidak manusiawi, di mana penyiksaan fisik menjadi sanksi harian jika target pekerjaan sebagai admin penipuan tidak tercapai.
Kesaksian mengerikan tersebut diperkuat oleh Ryansyah, korban asal 7-Ulu lainnya yang mengaku sering menerima cambukan hingga kulitnya membiru serta sengatan listrik di bagian badan saat dipaksa bekerja di sektor chatting love.
“Pantat saya sudah sering dicambuk sampai biru. Pernah juga disetrum di badan. Kerjanya tim saya sebagai yang chatting love dan nanti ada yang bagian lainnya untuk yang bisa menghasilkan uang,” ungkap Ryansyah.
Selain itu, korban lain bernama Varel menceritakan momen keberaniannya melarikan diri pada pukul 02.00 WIB dini hari bersama sembilan rekan lainnya setelah mengetahui rencana sindikat yang akan menjual mereka ke perusahaan lain.
Varel sempat membuat video permohonan bantuan kepada Wali Kota Palembang dan Gubernur Sumatera Selatan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh pemerintah.
“Saya di sana kerja baru empat hari dan belum mendapatkan gaji. Tapi karena saya merasa mau dijual ke perusahaan lain kalau tidak bisa menghasilkan uang, maka saya memilih melarikan diri,” tuturnya.
Kini, sebanyak 14 warga Palembang yang berasal dari berbagai kelurahan, mulai dari 7-Ulu hingga 32 Ilir, telah tiba kembali Palembang dan dapat berkumpul dengan keluarga.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·59 menit yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·4 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·5 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan