Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Salat Tarawih 11 atau 23 Rakaat? Ini Niat, Keutamaan dan Tips Khusyuk yang Wajib Kamu Tahu!

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain puasa di siang hari, malam Ramadan dihidupkan dengan ibadah istimewa bernama Salat Tarawih.

Ibadah ini menjadi momen berkumpulnya umat di masjid, mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat keimanan.

Di Indonesia, Salat Tarawih menjadi tradisi yang begitu melekat. Anak-anak, remaja, hingga orangtua berbondong-bondong ke masjid saat salat Isya yang setelahnya akan dilaksanakan ibadah salat tarawih.

Baca Juga : Lengkap! Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Tarawih 8 atau 20 Rakaat di Bulan Ramadan

Namun, masih banyak pertanyaan seputar niat, jumlah rakaat, keutamaan, hingga bagaimana agar bisa lebih khusyuk.

Apa Niat Salat Tarawih?

Niat merupakan rukun dalam salat. Tanpa niat, salat tidak sah. Niat Salat Tarawih dilakukan di dalam hati, bersamaan dengan takbiratul ihram.

Berikut bacaan niat Salat Tarawih secara umum:

Untuk salat sendiri (munfarid):

"Ushalli sunnatan tarawihi rak'ataini lillahi ta’ala."

Artinya: “Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

Untuk berjamaah sebagai makmum:

"Ushalli sunnatan tarawihi rak'ataini ma’muman lillahi ta'ala."

Untuk imam:

"Ushalli sunnatan tarawihi rak'ataini imaman lillahi ta'ala."

Meski demikian, yang paling utama adalah niat dalam hati. Lafaz di atas membantu kita menghadirkan kesadaran ibadah, tetapi tidak wajib diucapkan keras.

Salat Tarawih sendiri termasuk salat sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Ibadah ini pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah dan kemudian dilaksanakan secara berjamaah pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Apa Perbedaan 11 Rakaat dan 23 Rakaat pada Salat Tarawih?

Perbedaan jumlah rakaat Salat Tarawih sering menjadi perbincangan. Ada yang melaksanakan 11 rakaat, ada pula yang 23 rakaat. Lalu, mana yang benar?

Sebenarnya, keduanya sama-sama memiliki dasar dan sah dilakukan.

1. Tarawih 11 Rakaat

Biasanya terdiri dari:

* 8 rakaat Tarawih

* 3 rakaat Witir

Pendapat ini merujuk pada riwayat dari Aisyah yang menyebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah menambah salat malam lebih dari 11 rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan.

Model ini biasanya dipilih karena lebih ringkas dan tidak terlalu lama, sehingga cocok bagi yang memiliki aktivitas padat atau kondisi fisik terbatas.

2. Tarawih 23 Rakaat

Biasanya terdiri dari:

* 20 rakaat Tarawih

* 3 rakaat Witir

Jumlah ini menjadi praktik umum di banyak masjid di Indonesia. Pelaksanaan 20 rakaat ini berkembang pada masa Khalifah Umar bin Khattab, ketika beliau mengumpulkan umat Islam untuk salat Tarawih berjamaah secara rutin.

Lalu, Mana yang Lebih Utama?

Para ulama sepakat bahwa keduanya boleh dan sah. Perbedaan ini termasuk dalam ranah ijtihad. Yang terpenting bukan jumlah rakaatnya, tetapi kekhusyukan dan konsistensi dalam menjalankannya.

Jadi, jangan sampai perbedaan ini justru memecah persatuan. Ramadan merupakan bulan persaudaraan.

Keutamaan Salat Tarawih

Salat Tarawih memiliki banyak keutamaan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Diampuni Dosa-dosa yang Telah Lalu

Rasulullah bersabda bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan (salat malam di bulan Ramadan) dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk tidak melewatkan Tarawih.

2. Mendapat Pahala Seperti Salat Semalam Penuh

Bagi yang salat berjamaah hingga imam selesai, maka dicatat sebagai pahala dengan ganjarannya yang sudah dijanjikan Allah SWT.

3. Melatih Konsistensi Ibadah

Salat Tarawih dilakukan hampir setiap malam selama Ramadan. Ini melatih kedisiplinan, komitmen, dan konsistensi dalam beribadah.

4. Meningkatkan Kedekatan dengan Al-Qur’an

Di banyak masjid, imam membaca ayat-ayat panjang, bahkan ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan. Ini membuat jamaah lebih dekat dengan Al-Qur’an dan memahami maknanya.

5. Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Masjid menjadi lebih hidup. Anak muda, orangtua, hingga lansia berkumpul dalam satu saf. Suasana ini mempererat hubungan sosial dan spiritual.

Tips Agar Khusyuk saat Salat Tarawih

Banyak orang merasa Tarawih terasa panjang dan melelahkan. Berikut beberapa tips agar lebih khusyuk dan nyaman:

1. Persiapkan Fisik dengan Baik

Jangan makan berlebihan saat berbuka. Perut yang terlalu kenyang membuat tubuh mudah mengantuk dan berat saat berdiri lama. Pilih makanan ringan dan bergizi agar tetap bertenaga.

2. Datang Lebih Awal ke Masjid

Datang lebih awal memberi waktu untuk menenangkan diri, berdzikir, dan menyiapkan hati sebelum salat tarawih dimulai. Sebaiknya datang saat Adzan Isya dan mengikuti salat isya berjamaah di masjid.

Hindari datang terburu-buru karena itu bisa mengganggu konsentrasi.

3. Pahami Bacaan Salat

Jika memahami arti bacaan salat, hati akan lebih tersentuh. Cobalah pelajari arti Al-Fatihah, doa rukuk, sujud, dan bacaan lainnya.

Ketika tahu maknanya, salat tidak lagi sekadar gerakan rutin.

4. Niatkan untuk Ibadah, Bukan Sekadar Rutinitas

Tanamkan dalam hati bahwa Tarawih adalah kesempatan emas yang hanya datang setahun sekali. Anggap setiap rakaat sebagai investasi akhirat.

5. Hindari Main Ponsel

Sebelum masuk masjid, atur ponsel ke mode senyap. Hindari membuka media sosial saat jeda antar rakaat agar fokus tidak terpecah.

6. Pilih Jumlah Rakaat Sesuai Kemampuan

Jika merasa tidak sanggup 23 rakaat, tidak masalah memilih 11 rakaat. Islam tidak memberatkan. Yang terpenting adalah kualitas, bukan kuantitas.

Salat Tarawih dan Semangat Ramadan

Salat Tarawih bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah simbol semangat Ramadan. Dari anak remaja hingga orang dewasa, semua memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri.

Bagi usia 14 tahun, Tarawih bisa menjadi awal pembiasaan ibadah yang konsisten. Bagi usia produktif 20–40 tahun, Tarawih menjadi penyeimbang kesibukan dunia.

Sementara bagi usia 50 tahun ke atas, Tarawih adalah momentum memperbanyak bekal akhirat. Ramadan datang hanya sebulan. Jangan sampai berlalu tanpa makna.

Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Niatnya dilakukan dalam hati, jumlah rakaat bisa 11 atau 23 sesuai keyakinan dan kemampuan, serta memiliki banyak keutamaan seperti pengampunan dosa dan pahala besar.

Agar lebih khusyuk, persiapkan fisik dan hati, pahami bacaan salat, serta fokus pada ibadah.

Yang paling penting, jangan jadikan perbedaan jumlah rakaat sebagai perdebatan. Jadikan Ramadan sebagai ajang memperkuat iman dan persaudaraan. Semoga bermanfaat !!!

(Akb/nusantaraterkini.co)