Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.913 per Dolar AS, Dolar Global Masih Tertekan
Rupiah menguat ke Rp17.913 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pelemahan dolar AS di pasar global menjadi sentimen positif bagi rupiah.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali dibuka di zona hijau terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Penguatan ini memperpanjang tren positif setelah mata uang Garuda juga mencatat kenaikan pada sesi perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 20 poin atau sekitar 0,11 persen ke posisi Rp17.913 per dolar AS saat pembukaan perdagangan. Sebelumnya, pada Rabu (5/8/2026), rupiah ditutup naik 94 poin atau 0,52 persen ke level Rp17.933 per dolar AS.
Pergerakan positif rupiah sejalan dengan melemahnya dolar Amerika Serikat di pasar global. Tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam terlihat dari penguatan sejumlah mata uang utama dunia.
Mengacu pada laporan Reuters, dolar Kanada menguat sekitar 0,3 persen menjadi 1,4025 per dolar AS atau setara 71,30 sen dolar AS. Selama perdagangan, mata uang tersebut bergerak di kisaran 1,4015 hingga 1,4080 per dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY) tercatat melemah tipis 0,01 persen ke level 99,664, menandakan tekanan terhadap dolar masih berlangsung.
Mata uang lainnya juga menunjukkan pergerakan beragam. Poundsterling Inggris menguat sekitar 0,03 persen ke posisi 1,347 per dolar AS, sedangkan yen Jepang justru melemah hingga menyentuh level 157 per dolar AS.
Analis Scotiabank, Shaun Osborne dan Eric Theoret, menilai dolar Kanada masih memiliki peluang untuk menguat secara bertahap karena ditopang kondisi fundamental yang membaik.
Menurut keduanya, stabilitas selisih imbal hasil obligasi jangka pendek serta data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan menjadi faktor pendukung penguatan mata uang Kanada.
"Kami masih melihat adanya peluang perbaikan fundamental yang moderat bagi dolar Kanada, didukung stabilnya selisih imbal hasil jangka pendek dan data ekonomi yang relatif positif," tulis Osborne dan Theoret dalam laporan risetnya.
Pelaku pasar kini juga menantikan sejumlah data ekonomi global berikutnya yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan dolar AS maupun nilai tukar rupiah dalam beberapa hari ke depan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALMasuk Panti Rehabilitasi, Pasien Narkoba Lapor Polisi karena Ngaku Dianiaya hingga Gendang Telinga Pecah
Rozie Winata·1 menit yang lalu -
NEWSTNI Berangkatkan 638 Prajurit Misi Perdamaian PBB ke Kongo
Herman Saleh Harahap·44 menit yang lalu -
NASIONALFilep Wamafma Minta Hak Daerah Penghasil Diperkuat dalam RUU Migas
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKetua DPRD Sumut Bantah Sengaja Perlambat Penyidikan Kasus Dhody Thahir di Polda
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSWarga Kampung Nelayan Seberang Belawan Minta Kejelasan Status Wilayah dan Kependudukan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANPenambahan Anggaran Kemendiktisaintek Harus Berdampak Nyata Bagi Pendidikan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOPemko Medan Tegaskan Penyesuaian Pajak dan Retribusi Berorientasi Kepastian Hukum dan Pelayanan Publik
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penggelapan Kapal Tongkang OCEANIC 238
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PENDIDIKANSambut Baik Instruksi Pendidikan Gratis Prabowo, Habib Syarief Ingatkan Kesiapan Fiskal Negara
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan