Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rekam Jejak Brigjen Pol Rony Samtana, Kapolda Sumsel yang Baru

Brigjen Pol Rony Samtana ditunjuk sebagai Kapolda Sumsel. Simak rekam jejaknya dari penyidik KPK, Bareskrim, hingga Wakapolda.

Brigjen Pol Rony Samtana.(foto: dok nusantaraterkini.co)
Brigjen Pol Rony Samtana.(foto: dok nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Brigjen Pol kini mendapat kepercayaan memimpin Polda Sumsel. Pria yang akrab disapa Rony Samtana ini sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Sumsel.

Dia dipercaya menjadi menggantikan Irjen Pol Sandi Nugroho sesuai Surat Telegram (ST) Kapolri nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026.

Penunjukan ini sekaligus menempatkan Brigjen Pol pada posisi tertinggi di jajaran kepolisian Sumatera Selatan (Sumsel) setelah sebelumnya hampir satu tahun menjalankan tugas sebagai orang nomor dua di Polda Sumsel.

Bagi Rony Samtana, Sumsel bukan wilayah yang sepenuhnya baru. Sebelum dipercaya menjadi Kapolda, ia telah menjalankan tugas sebagai Wakapolda Sumsel sejak Januari 2026. Dalam posisi tersebut, Brigjen Pol Rony Samtana terlibat dalam sejumlah agenda strategis, khususnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), penguatan fungsi reserse, serta pencegahan narkotika.

Namun, perjalanan karir Rony Samtana tidak hanya dibangun dari pengalaman di Sumsel semata. Perwira lulusan Akademi Polisi (Akpol) 1996 ini, memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, termasuk pernah menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memimpin satuan reserse di Sumatera Utara (Sumut), hingga menduduki sejumlah jabatan strategis di Bareskrim Polri.

Dari Penyidik KPK hingga Memimpin Polda

Rony Samtana lahir pada 24 Agustus 1974 dan merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara sebelum melanjutkan pendidikan di Akpol dan lulus pada 1996.

Sebelum menduduki sejumlah jabatan pimpinan di kepolisian daerah, Rony Samtana pernah menjalani penugasan sebagai penyidik KPK, kurang lebih sekitar 8 tahun.

Pengalaman tersebut, menjadi satu bagian penting dalam perjalanan karirnya di bidang penegakan hukum.

Setelah menjalani pendidikan Sespim, Rony Samtana kemudian mendapatkan penugasan di lingkungan Polda Sulawesi Selatan dan selanjutnya menjalankan tugas di lingkungan pendidikan kepolisian sebagai Kasubbagprodi S3 Jemenkamtekpol Ditprog Sarjana STIK Lemdikpol.

2015: Kapolres Tapanuli Selatan 

Pada 2015, Rony Samtana dipercaya menjadi Kapolres Tapsel. Pengangkatannya berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1937/IX/2015 tertanggal 11 September 2015. Rony Samtana menggantikan AKBP Parluatan Siregar.

Saat itu, Rony Samtana menekankan pentingnya kerjasama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Tapsel.

Dokumentasi saat serah terima jabatan juga memperlihatkan pendekatan yang ia tekankan sejak awal, yakni membangun komunikasi dengan unsur Muspida dan masyarakat.

Dengan demikian, saat menjadi Kapolres Tapsel menjadi satu fase penting bagi Rony Samtana memeroleh pengalaman kepemimpinan langsung sebagai kepala satuan kewilayahan.

2017: Wadirreskrimsus Polda Sumut

Dua tahun kemudian, tepatnya setelah menjadi Kapolres Tapsel, Rony Samtana mendapat kepercayaan sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Sumut.

Jabatan tersebut menempatkannya kembali pada bidang yang menjadi satu spesialisasinya, yakni penyidikan dan penegakan hukum tindak pidana khusus.

Pengalaman sebelumnya sebagai penyidik KPK menjadi bagian dari latar belakang Rony Samtana di bidang penanganan perkara korupsi dan kejahatan khusus.

2018-2020: Dirreskrimsus Polda Sumut

Karir Rony Samtana kemudian meningkat. Pada 2018, ia dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut. Penunjukan tersebut tercantum dalam mutasi Polri pada Oktober 2018. Sebelumnya, Rony Samtana tercatat menjabat sebagai Kabidkum Polda Sumut.

Sebagai Dirreskrimsus, ruang lingkup tugasnya berkaitan dengan penanganan berbagai perkara pidana khusus di wilayah Sumatera Utara.

Ia menjalankan posisi tersebut hingga sekitar 2020 sebelum kemudian ditugaskan ke tingkat Mabes Polri untuk mengikuti pendidikan Sesko TNI.

Periode sebagai Dirreskrimsus menjadi satu fase penting karena memperkuat sebagai perwira yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse kriminal khusus.

2020-2021: Bareskrim dan Pendidikan Sesko TNI

Pada 2020, Rony Samtana dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri dalam rangka mengikuti Dikreg XLVIII Sesko TNI Tahun Anggaran 2021.

Catatan mutasi tersebut juga tercantum dalam pemberitaan mengenai rotasi besar-besaran Polri pada periode tersebut.

Fase ini menunjukkan bahwa perjalanan karir Rony Samtana tidak hanya berada pada jalur operasional penegakan hukum, tapi juga mencakup pendidikan pengembangan kepemimpinan strategis.

2021-2023: Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri

Selanjutnya, Rony Samtana dipercaya menjadi Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri pada 2021. Penugasan tersebut kembali menempatkannya dalam fungsi penegakan hukum di tingkat nasional.

Pengalaman di Dittipidter menjadi relevan dengan perjalanan karir Rony Samtana karena bidang tersebut menangani berbagai tindak pidana tertentu yang membutuhkan kemampuan penyidikan dan koordinasi lintas sektor.

2023: Wadirtipidter Bareskrim Polri

Pada Oktober 2023, Rony Samtana mendapat promosi sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Tak berselang lama, ia kembali mendapatkan penugasan ke daerah asal karirnya, di Sumatera Utara.

2023-2025: Wakapolda Sumut

Pada Desember 2023, Rony Samtana ditunjuk menjadi Wakapolda Sumut menggantikan Brigjen Pol Jawari. Pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2750/XII/KEP/2023 tertanggal 7 Desember 2023.

Pengalamannya di Sumut menjadi modal tersendiri karena sebelumnya ia pernah bertugas sebagai Kapolres Tapsel, Wadirreskrimsus dan Dirreskrimsus Polda Sumut.

Saat menjadi Wakapolda Sumut, Rony Samtana aktif dalam kegiatan pembinaan masyarakat dan penguatan pemberantasan narkotika. Dalam kegiatan Safari Ramadan 2024 di Padangsidimpua, ia mengajak masyarakat dan seluruh elemen terkait memperkuat kerjasama dalam memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkotika.

Periode ini juga memperlihatkan pergeseran peran Rony Samtana dari seorang perwira yang kuat di bidang reserse menuju posisi manajerial yang lebih luas sebagai wakil kepala kepolisian daerah.

2026: Wakapolda Sumatera Selatan 

Pada awal 2026, Rony Samtana meninggalkan posisi Wakapolda Sumut dan dipercaya menjadi Wakapolda Sumsel. Sertijab Wakapolda Sumsel berlangsung pada 5 Januari 2026. Sebelumnya, jabatan Wakapolda Sumsel dipegang oleh Brigjen Pol Zulkarnain.

Di Sumsel, satu agenda yang cukup menonjol adalah keterlibatannya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Mei 2026, Rony Samtana memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla. Sebanyak 453 personel gabungan disiagakan dalam kegiatan tersebut dan melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD serta mitra keamanan dan perwakilan perusahaan sektor perkebunan maupun kehutanan.

Pada Juni 2026, Rony Samtana juga memimpin patroli udara untuk memantau wilayah yang dinilai memiliki kerawanan Karhutla, termasuk Lubuk Linggau, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin dan Banyuasin.

Memasuki Agustus dan September 2026, Rony Samtana perihal Karhutla berlanjut pada aspek penegakan hukum. Ia mendorong penyidikan perkara Karhutla dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti serta memimpin evaluasi penanganan perkara Karhutla di 17 Polres jajaran Polda Sumsel.

Selain Karhutla, Rony Samtana juga terlibat dalam konsolidasi fungsi reserse. Pada September 2026, ia membuka Rakernas Gabungan Fungsi Reskrim Polda Sumsel yang melibatkan fungsi Reskrimum, Resnarkoba, Reskrimsus serta Direktorat Reserse PPA dan PPO.

Dalam isu narkotika, menjelang pergantian Kapolda, Rony Samtana juga menyampaikan pendekatan yang menitikberatkan pada pencegahan. Dalam FGD Fungsi Reserse Narkoba pada 1 Oktober 2026, ia menekankan pentingnya ketahanan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah peredaran narkotika.

2 Oktober 2026: Dipercaya jadi

Setelah kurang lebih setahun menjabat Wakapolda Sumsel, Rony Samtana mendapat kepercayaan baru sebagai Kapolda Sumsel. Pergantian tersebut dituangkan dalam telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026 dengan nomor ST/2205/X/KEP./2026. Rony Samtana menggantikan Irjen Pol Sandi Nugroho yang mendapat penugasan baru menjadi Pati Bareskrim Polri untuk penugasan di luar struktur.

Penunjukan tersebut sangat menarik, mengingat Rony Samtana tidak datang dari jabatan Kapolda dari luar wilayah, Ia sebelumnya telah menjalankan tugas sebagai Wakapolda Sumsel dan terlibat langsung dalam sejumlah agenda strategis di Polda Sumsel.

Dengan latar belakang panjang di bidang reserse, pengalaman sebagai penyidik KPK, pengalaman memimpin satuan kewilayahan, serta pengalaman manajerial sebagai Wakapolda Sumut dan Wakapolda Sumsel, Rony Samtana memasuki fase baru dalam perjalanan karirnya dengan pangkat naik menjadi Irjen Pol Rony Samtana.

Tantangan Rony Samtana sebagai Kapolda Sumsel

Dengan pengalaman yang cukup panjang di bidang reserse, satu perhatian yang menarik untuk dilihat dalam kepemimpinan Rony Samtana adalah bagaimana pengalaman penegakan hukum tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan kepolisian daerah.

Sejumlah isu yang sudah menjadi bagian dari agenda Polda Sumsel sebelum Rony Samtana menjadi Kapolda yakni, pemberantasan narkotika, penanganan Karhutla, penguatan penegakan hukum serta koordinasi lintas lembaga.

Khusus Karhutla, pengalaman Rony Samtana sebagai Wakapolda pada 2026 membuat isu tersebut menjadi satu agenda yang telah ia kenal secara langsung.

Ia sebelumnya terlibat dalam kesiapsiagaan, patroli udara, penguatan penyidikan sampai evaluasi perkara karhutla di Polres Polda Sumsel.

Sementara dalam persoalan narkotika, pendekatan yang disampaikan Rony Samtana menjelang dirinya menjadi Kapolda menunjukkan perhatian terhadap pencegahan berbasis masyarakat, bukan hanya penindakan setelah kejahatan terjadi.

Kini, pengalaman tersebut akan diuji dalam tanggungjawab yang lebih besar. Sebagai Kapolda Sumsel, Rony Samtana bukan lagi hanya menjalankan fungsi koordinasi atau mewakili pimpinan. Ia menjadi orang yang bertanggungjawab atas arah kebijakan dan pelaksanaan tugas kepolisian di seluruh wilayah hukum Polda Sumsel.

Perjalanan dari penyidik KPK, Kapolres, pimpinan reserse di Polda Sumut, pejabat Bareskrim, Wakapolda Sumut sampai Wakapolda Sumsel akhirnya membawa Rony Samtana ke bangku Kapolda Sumsel.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana pengalaman panjang tersebut diterjemahkan menjadi pelayanan kepolisian yang efektif, penegakan hukum yang profesional, serta kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Selatan.

Rekam Jejak Jabatan Rony Samtana

Penyidik KPK

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel

Kapolres Tapsel (2015-2017)

Wadirreskrimsus Polda Sumut (2017-2018)

Dirreskrimsus Polda Sumut (2018-2020)

Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim (2020-2021)

Kasubdit V Dittipidter Bareskrim (2021-2023)

Wadirtipidter Bareskrim (Oktober-Desember 2023)

Wakapolda Sumut (Desember 2023-Januari 2026)

Wakapolda Sumsel (Januari-Oktober 2026)

Kapolda Sumsel (Oktober 2026 sampai dengan sekarang)

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru