Produksi Beras Melimpah, Pemerintah Diminta Jamin Penyerapan Panen Petani
Capaian produksi beras ini menjadi indikator positif bagi program swasembada pangan yang dipatok Pemerintahan Prabowo Subianto
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Produksi beras Indonesia mengalami lonjakan signifikan. Anggota Komisi IV DPR Usman Husin meminta jaminan pemerintah agar produksi beras dari petani bisa terserap pasar dengan harga memadai.
“Kami mengapresiasi lonjakan produksi beras yang cukup signifikan. Masalahnya apakah lonjakan ini berdampak pada kesejahteraan petani. Maka salah satu yang harus dipastikan adalah jaminan serapan beras itu di pasar dengan harga memadai,” ujarnya, Rabu (12/2/2025).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-Maret 2025, potensi produksi beras diperkirakan mencapai 8,67 juta ton. Jumlah ini meningkat 52,32% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar 5,69 juta ton.
Baca Juga: Ribuan Ton Beras Impor Diduga Masuk RI, Komisi IV Tagih Komitmen Pemerintah
Usman mengatakan capaian produksi beras ini menjadi indikator positif bagi program swasembada pangan yang dipatok Pemerintahan Prabowo Subianto. Menurutnya jika tren kenaikan produsi bisa dipertahankan maka target swasembada pangan bisa tercapai dalam periode pertama pemerintahan Prabowo.
"Peningkatan ini menunjukkan program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dapat tercapai. Namun, kami meminta pemerintah untuk melindungi petani dengan menjamin penyerapan hasil panen di tingkat petani," ujarnya.
Usman Husin menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani seiring dengan kenaikan produksi beras. Ia berharap pemerintah dapat mewujudkan keberpihakan kepada petani, terutama dengan adanya kebijakan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram di tingkat petani.
Peningkatan produksi beras ini juga dianggap sebagai bukti komitmen pemerintah dalam memastikan pasokan pangan terpenuhi dan target untuk menghentikan impor beras pada tahun 2025 dapat tercapai. Kebutuhan beras tahun 2025 diperkirakan mencapai 31 juta ton, dan pemerintah berupaya untuk tidak melakukan impor beras tahun ini.
Usman Husin menjelaskan bahwa peningkatan produksi beras ini merupakan hasil upaya simultan dan konsisten antara pemerintah, Bulog, pemerintah daerah, dan petani. Ketersediaan pupuk bersubsidi, transparansi penyaluran pupuk, perbaikan infrastruktur irigasi, dan pompanisasi menjadi faktor-faktor yang berkontribusi pada peningkatan produksi beras.
“Kedepan perbaikan faktor-faktor yang mempengaruhi capaian swasembada beras harus dijaga mulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari penyediaan bibit, pupuk, hingga jaminan serapan pasar,” pungkasnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
E-SportTimnas MLBB Indonesia Bantai Arab Saudi 2-0, Tantang Filipina di Playoff Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
SUMUTPenerimaan Zakat Triwulan III Baznas Sumut Naik Rp5 Miliar
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KRIMINALDugaan Kekerasan Seksual, Seorang IRT Laporkan Oknum Polres Tapteng
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
KESEHATANHerman Deru Resmikan Program Pelita Sumsel, Warga Gratis Operasi Mata
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
NEWSKepergian Wulansari Berawal dari Tawaran Kerja Kenalan di Facebook
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
NEWSPesan Luhut ke Prajurit TNI: Jaga Loyalitas Kepada Presiden
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KOTA MEDANAtasi Banjir Cinta Damai, Pemko Medan Bangun Drainase
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan