Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Prajurit Zeni TNI dan ADF Australia Latihan Penjinakan Peledak di Situbondo ​

Prajurit Zeni TNI dan ADF Australia latihan penjinakan peledak di Situbondo dalam Latgabma Keris Woomera 2026.

Prajurit Yonzipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia menggelar latihan penanganan bahan peledak di Puslatpurmar 5 Baluran, Situbondo, Sabtu (17/1/2026).(foto: puspen tni)
Prajurit Yonzipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia menggelar latihan penanganan bahan peledak di Puslatpurmar 5 Baluran, Situbondo, Sabtu (17/1/2026).(foto: puspen tni)
A A

Nusantaraterkini.co, SITUBONDO — Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Sabtu (17/10/2026).

​Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026. Latihan berfokus pada peningkatan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, serta menetralkan ancaman bahan peledak rakitan (Improvised Explosive Device/IED) maupun amunisi berbahaya di medan pertempuran.

​Dalam latihan tersebut, tim EOD gabungan TNI dan ADF menerapkan prosedur taktis secara terukur, mulai dari pembersihan area (clearing zone) untuk menjamin jalur pergerakan pasukan, penanganan IED di titik kritis, hingga pembersihan ruangan di dalam bangunan.

​Pergerakan tim di lapangan didukung langsung oleh Kendaraan Khusus Penjinak Bahan Peledak (Ransus Jihandak) serta peralatan penjinak modern milik Yonzipur 5/ABW demi memastikan keselamatan seluruh personel penindak.

​Kabidpeninter Puspen TNI, Kolonel Inf Agus Susanto, menyampaikan, latihan bersama ini menjadi sarana strategis untuk menyelaraskan prosedur taktis sekaligus memperkuat interoperabilitas antar militer kedua negara.

​"Latihan ini menjadi momentum bagi TNI dan ADF untuk menyelaraskan prosedur penanganan ancaman bahan peledak serta memperkuat interoperabilitas. Kegiatan ini menegaskan komitmen TNI untuk meningkatkan profesionalisme prajurit zeni, sekaligus menjadi wujud diplomasi militer Indonesia dalam mempererat kerja sama pertahanan dengan Australia," tegas Kolonel Inf Agus Susanto dalam keterangan resminya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru