Perkuat Ketahanan Pangan, Bobby Nasution Lepas 1.050 Ton Cabai Karo ke Palangkaraya
Bobby Nasution lepas 1.050 ton cabai Karo ke Palangkaraya, perkuat ketahanan pangan dan stabilkan harga petani.
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Langkah strategis diambil Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam upaya mengendalikan inflasi sekaligus meningkatkan taraf hidup petani lokal. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi melepas pengiriman komoditas cabai merah sebanyak 1.050 ton asal Kabupaten Karo menuju Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Pengiriman ini merupakan realisasi konkret dari Kerja Sama Antardaerah (KAD) yang dirancang untuk mengatasi ketimpangan pasokan antara wilayah penghasil yang mengalami surplus dengan wilayah konsumen yang mengalami defisit.
Program KAD ini diproyeksikan menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di pasar nasional.
Dengan menyalurkan kelebihan produksi ke daerah yang membutuhkan, pemerintah dapat menekan lonjakan harga di tingkat konsumen sekaligus mencegah jatuhnya harga di tingkat petani akibat stok yang melimpah. Bobby Nasution menegaskan bahwa skema ini merupakan prioritas pembangunan ekonomi daerah yang harus terus diperluas cakupannya guna menjamin ketersediaan pangan secara berkelanjutan.
“Tolong jadikan KAD ini sebagai salah satu program unggulan. Kalau sudah banyak kabupaten/kota yang menjalin kerja sama antardaerah, maka prioritaskan daerah yang telah membuat komitmen KAD,” ujar Bobby Nasution di halaman Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (22/4/2026).
Bobby optimis terobosan ini secara langsung memberikan perlindungan ekonomi bagi para petani di Karo yang seringkali terancam oleh fluktuasi harga pasar yang tidak menentu. “Ini terobosan luar biasa, sudah menolong para petani cabai di Karo. Yang kami lakukan ini murni untuk kesejahteraan para petani,” tambahnya.
Dampak positif dari kerja sama ini dirasakan langsung oleh masyarakat tani di Kabupaten Karo. Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, mengungkapkan bahwa sebelum adanya skema KAD ini, harga cabai merah di tingkat petani sempat anjlok hingga angka Rp9.000 per kilogram. Namun, sejak distribusi ke Palangkaraya berjalan dalam tiga tahap, harga perlahan merangkak naik dan kini stabil di kisaran Rp25.000 per kilogram.
"Kenaikan ini memberikan ruang napas bagi petani karena harga jual tersebut sudah berada di atas Harga Pokok Produksi (HPP)," ujarnya.
Sinergi ini juga didukung penuh oleh para kelompok tani yang merasakan kepastian serapan pasar. Ketua Gapoktan Terpuk Sisiwa, Pedoman Ginting, menjelaskan bahwa kesepakatan harga dalam program KAD ini sangat membantu menjaga keberlangsungan usaha tani mereka.
“Untuk harga kesepakatan KAD dengan Palangkaraya kami sepakati Rp21.000 per kilogram. HPP di Karo Rp18.000 per kg. Harga segitu masih bisa untung,” jelas Pedoman.
Dengan luas lahan mencapai 4.000 hektare, Kabupaten Karo kini semakin memperkuat posisinya sebagai lumbung cabai nasional yang tidak hanya melayani pasar lokal, tetapi juga memasok kebutuhan provinsi tetangga hingga lintas pulau.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·7 menit yang lalu -
-
NASIONALBursah Zarnubi Ingin Putra-putri Lahat Punya Keterampilan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Rozie Winata·38 menit yang lalu -
EKONOMIRupiah Melemah ke Rp17.783 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal The Fed
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOSultan Najamudin Dorong Aturan AI hingga Tata Ulang Ketatanegaraan
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAKapolri: Silat Tjimande dan Debus Banten Berpotensi jadi Sumber Devisa Daerah
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
-
SEPAKBOLAPersijap Takluk 1-2 dari Persib, Mario Lemos Akui Timnya Buat Kesalahan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIAwali Pekan, Harga Emas Antam Terkoreksi Rp10.000 Jadi Rp2.628.000 per Gram
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan