Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pengguna Kendaraan Listrik Naik, Transaksi SPKLU PLN S2JB Melonjak 18 Kali Lipat

Pengguna Kendaraan Listrik Naik, Transaksi SPKLU PLN S2JB Melonjak 18 Kali Lipat

Manager Strategi Pemasaran PLN UID S2JB, Wahyu Hadi Perdana saat diwawancarai langsung di pameran INDOMOBIL Expo Palembang 2026 di Atrium Palembang Icon (PI) Mall, Rabu (17/6/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
Manager Strategi Pemasaran PLN UID S2JB, Wahyu Hadi Perdana saat diwawancarai langsung di pameran INDOMOBIL Expo Palembang 2026 di Atrium Palembang Icon (PI) Mall, Rabu (17/6/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Lonjakan signifikan terjadi pada aktivitas (electric vehicle/EV) di Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu hingga 18 kali lipat dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

PT PLN (Persero) Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menyebut jika kenaikan ini selaras dengan terus bertambahnya masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

"Kalau berdasarkan data, tahun 2020 sampai 2026 skalanya rata-rata meningkat sampai 18 kali," ujar , , Kamis (18/6/2026).

Wahyu menjelaskan grafik perkembangan tersebut menunjukkan pergerakan yang sangat positif dari tahun ke tahun.

“Kakau dari data pada tahun 2020, total transaksi pengisian daya EV di area kerja PLN UID S2JB hanya berkisar 1.800 kali dalam satu tahun, atau jika dirata-ratakan hanya menyentuh 150 transaksi tiap bulannya,” jelasnya.

Kondisi tersebut berubah drastis pada tahun 2025, di mana dalam kurun waktu empat hingga lima bulan pertama saja, angka transaksi sudah melesat hingga mencapai kisaran 14.000 kali.

Dengan capaian tersebut, rata-rata aktivitas pengisian daya pada tahun 2025 mampu menembus hampir 3.000 transaksi per bulan.

Tren ekspansif ini kemudian terus bertahan pada tahun 2026 dengan perolehan rata-rata bulanan yang tetap stabil di angka 3.000 kali transaksi, sekaligus menjadi bukti kuat tingginya antusiasme publik terhadap kendaraan listrik.

Guna merespons pertumbuhan pasar yang cepat ini, PLN berkomitmen memperluas ekosistem EV melalui penetrasi infrastruktur SPKLU secara masif ke berbagai titik strategis.

BUMN sektor kelistrikan ini juga membuka pintu bagi para pelaku industri maupun investor, untuk menanamkan modal dalam pembangunan SPKLU lewat skema kemitraan business to business (B2B).

"Kami sangat terbuka bagi para pelaku usaha dan investor untuk sama-sama mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik. Semakin banyak pengguna EV, kebutuhan SPKLU juga akan semakin besar," katanya.

Sebagai langkah alternatif yang dinilai lebih fleksibel bagi konsumen, PLN turut mengampanyekan pemanfaatan fasilitas home charging atau pengisian daya mandiri di rumah.

Stimulus berupa potongan harga sampai 50 persen disediakan oleh PLN bagi pelanggan yang melakukan pemasangan baru fasilitas home charging tersebut.

Kelebihan lainnya, para pemilik EV juga berhak mendapatkan insentif pemotongan tarif listrik sebesar 30 persen untuk aktivitas pengisian daya yang dilakukan pada jam operasional malam hari, mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.

Seluruh stimulus dan kemudahan pelayanan ini ditujukan sebagai fondasi kuat PLN dalam mengakselerasi transisi energi yang bersih di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

"Masyarakat yang telah menggunakan maupun berencana beralih ke kendaraan listrik tidak perlu khawatir terkait ketersediaan fasilitas pengisian daya, karena PLN terus mengembangkan infrastruktur pendukung dan memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna EV," ucap dia. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru