Pemkab Karo Bantah Dugaan Konflik Kepentingan Penyaluran CSR Pendidikan
Pemkab Karo bantah intervensi penyaluran CSR pendidikan ke SMA Unggul Bina Kasih Nusantara. Dana disalurkan langsung
Nusantaraterkini.co, KARO - Program CSR perusahaan untuk beasiswa pendidikan di Kabupaten Karo dipersoalkan. Sorotannya mengarah ke SMA Unggul Bina Kasih Nusantara.
Sekolah itu berada di bawah yayasan yang disebut punya hubungan dengan Bupati Karo. Dari sini muncul dugaan ada konflik kepentingan dalam penyaluran CSR.
Pemkab Karo pun langsung membantah.
Sekda Karo, Gelora Putra Ginting mengatakan tidak ada penunjukan sepihak, apalagi intervensi terhadap perusahaan.
Menurut Gelora, SMA Unggul Bina Kasih bukan satu-satunya sekolah yang ditawari program tersebut. Pemkab bersama Forum CSR sebelumnya juga menghubungi SMA Taruna Nusantara dan SMA Unggul Del.
Namun, kedua sekolah itu sudah menutup penerimaan siswa baru. Sementara SMA Unggul Bina Kasih masih menyatakan sanggup menerima siswa.
"SMA Unggul Bina Kasih memberikan surat balasan yang menyatakan masih menyanggupi dan menerima siswa. Oleh karena itu, forum menindaklanjuti kerja sama tersebut. Jadi sama sekali tidak ada kepentingan atau penunjukan sepihak," kata Gelora dalam keterangannya yang diterima Nusantaraterkini.co pada Minggu (6/9/2026).
Gelora juga menepis anggapan Pemkab Karo ikut memegang uang CSR. Dia memastikan tidak ada uang CSR yang masuk ke rekening Pemkab.
Dana disalurkan langsung perusahaan kepada yayasan pengelola sekolah. Hal itu, kata dia, juga menjadi dasar diterbitkannya surat Pemkab Karo Nomor 050/179.
"Fungsi surat yang dikeluarkan Pemkab Karo Nomor 050/179 murni merupakan fungsi fasilitasi agar program tepat sasaran kepada siswa berprestasi yang berdomisili dan memiliki KK Kabupaten Karo. Pemerintah tidak mengintervensi, apalagi mengelola dananya," tegasnya.
Gelora juga menjelaskan program beasiswa itu sendiri dibahas melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Rapat digelar 14 Mei 2025 dan dituangkan dalam berita acara. Forum CSR tersebut sudah ada sejak Januari 2020.
Gelora menjelaskan, pemerintah daerah tidak bisa memerintahkan perusahaan untuk mengeluarkan dana CSR. Perusahaan juga bebas menentukan besaran bantuan, mekanisme penyaluran dan penerima manfaat sesuai kebijakannya.
Soal sekolah yang berada di luar Kabupaten Karo, menurut Gelora, bukan berarti manfaat CSR lari ke daerah lain. Sebab, yang menerima manfaat tetap siswa asal Karo.
Ia menyebut PP Nomor 47 Tahun 2012 memungkinkan kegiatan TJSL dilakukan di dalam maupun di luar lingkungan perusahaan.
Gelora menyayangkan isu tersebut berkembang menjadi dugaan konflik kepentingan. Ia khawatir perusahaan malah merasa terintimidasi untuk menyalurkan bantuan sosial.
(Ton/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·34 menit yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·2 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALSatgas Damai Cartenz Bekuk Mahasiswa Pencuri Senjata Api Polisi di Jayapura
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWSInspektorat Nias Selatan Perkuat Pengawasan Pemerintahan Desa se-Kepulauan Batu
hendra·4 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan