Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pelayanan Buruk, Rommy Van Boy Desak Wali Kota Medan Berikan Sanksi RS yang Tak Pro UHC

Rommy Van Boy desak Rico Tri Putra Bayu Waas beri sanksi RS yang tak dukung program UHC.

Rommy melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar di dua lokasi, yakni Medan Sunggal (18/4/2026l dan Medan Maimun (19/4/2026).(foto: istimewa)
Rommy melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar di dua lokasi, yakni Medan Sunggal (18/4/2026l dan Medan Maimun (19/4/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN–Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi , SH, mengeluarkan pernyataan tegas terkait carut-marut di Kota Medan. Ia mendesak Wali Kota Medan, , untuk memberikan sanksi berat kepada yang masih mempersulit warga saat berobat menggunakan program Universal Health Coverage (UHC).

Penegasan ini disampaikan Rommy di sela-sela Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar di dua lokasi, yakni Medan Sunggal (18/4/2026l dan Medan Maimun (19/4/2026).

Pada kegiatan tersebut, Rommy mengaku masih menerima banyak laporan mengenai pasien yang ditolak dengan dalih klasik, yakni keterbatasan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang penuh. Ia menilai hal ini sering kali hanya menjadi alasan oknum rumah sakit yang tidak mendukung program berobat gratis lewat KTP tersebut.

"Kami minta Wali Kota Medan tegas. Jangan biarkan rumah sakit yang tidak pro terhadap program UHC terus mengecewakan . Masih banyak warga yang mengeluh tidak dilayani dengan baik saat menggunakan KTP," ujar Rommy dengan nada bicara yang lugas di hadapan ratusan warga.

Politisi muda ini mengingatkan bahwa secara regulasi, warga Medan seharusnya sudah bisa mengakses layanan kesehatan secara merata tanpa diskriminasi. Namun, ia mengakui implementasi di lapangan masih sering terganjal masalah administrasi dan birokrasi yang berbelit, baik di tingkat Puskesmas maupun Rumah Sakit.

"Di sinilah peran kami sebagai wakil rakyat. Kami dipilih bukan untuk duduk manis di balik meja, tapi turun ke bawah memastikan hak kesehatan terpenuhi," tambahnya.

Selain kesehatan, dalam sesi dialog tersebut Rommy juga menampung aspirasi terkait buruknya drainase, minimnya penerangan jalan, hingga permintaan pemangkasan pohon yang membahayakan warga. Ia berjanji akan mengawal seluruh keluhan ini agar segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

Rommy menegaskan komitmen partainya untuk terus hadir di tengah masyarakat. "Partai Golkar ada untuk kepentingan rakyat. Kami akan terus mengawal agar sistem kesehatan di Medan benar-benar berpihak pada masyarakat kecil," lanjutnya.

Solusi Konkret: Tim Sahabat

Tak sekadar melempar kritik, Rommy memberikan solusi nyata dengan membentuk tim Sahabat Rommy Van Boy. Tim ini bertugas khusus untuk pendampingan Administrasi, yakni embantu warga yang terkendala validasi data KTP/KK agar tidak terhambat saat berobat. Kemudian layanan ambulans gratis dengan menyediakan armada untuk warga yang membutuhkan transportasi darurat ke fasilitas kesehatan. Selanjutnya, advokasi lapangan dengan mendampingi warga langsung ke Puskesmas atau Rumah Sakit jika terjadi penolakan.

"Semua layanan ini gratis. Saya tidak ingin ada lagi warga Medan yang takut berobat hanya karena urusan biaya atau dipersulit birokrasi," tegasnya yang disambut riuh tepuk tangan warga.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru