Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

PBB: Sindikat Online Scam di Asia Raup Untung Rp657 Triliun Setiap Tahun

Temuan ini diungkap dalam laporan terbaru dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC)

Ilustrasi judi online. (Foto: Meta AI)
Ilustrasi judi online. (Foto: Meta AI)
A A

, JAKARTA - Jaringan sindikat (scam) online yang beroperasi di menghasilkan hingga mencapai 40 miliar Dolar AS atau sekitar Rp657 triliun setiap tahunnya. 

Temuan ini diungkap dalam laporan terbaru dari Kantor untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) dilansir dari RMOL, Sabtu (3/5/2025).

Menurut laporan tersebut, dalam beberapa tahun terakhir sindikat berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara. Mereka membangun basis operasi di sejumlah wilayah perbatasan negara-negara seperti Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand.

Baca Juga: PMI Korban Online Scam di Kamboja, Puan Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

Tidak hanya online, kelompok kriminal ini juga diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal lainnya seperti perjudian daring tanpa izin dan praktik pencucian uang.

Perwakilan UNODC untuk Tenggara dan Pasifik, Benedikt Hoffman, menyebutkan bahwa sindikat tersebut kini beroperasi dengan lebih sistematis dan profesional. 

Baca Juga: Kasus Online Scam Melonjak di Myanmar, Thailand Putus Aliran Listrik

“Wilayah operasi mereka terus meluas,” kata Hoffman dalam pernyataannya yang dikutip dari Associated Press.

Tak hanya di Asia, ekspansi sindikat ini kini merambah ke wilayah Afrika dan Amerika Latin. Di benua Afrika, Nigeria menjadi salah satu pusat utama aktivitas mereka, sementara di Amerika Latin, Brasil mulai mengalami hal serupa.

“Ekspansi ini merupakan bagian dari pertumbuhan alami industri kriminal digital. Namun, ini juga menjadi strategi untuk mengurangi risiko akibat pengawasan yang semakin ketat di Asia Tenggara,” jelasnya.

(*/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru