Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

PBB dan AmCham Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Indonesia

PBB dan AmCham Indonesia mendorong kepemimpinan perempuan muda melalui program CEO for a Day untuk memperkuat kesetaraan dan inklusivitas.

Bagikan:
Juliana Cen, Managing Director HP Indonesia, Dwi Faiz Yulianti, Head of Programme UN Women Indonesia, dan Nurmaria Sarosa, Founder PT Selaras Logistik Indonesia, berfoto bersama para peserta yang mengikuti kegiatan shadowing bersama mereka dalam program CEO for a Day Indonesia: Women Shaping Tomorrow, Rabu (12/8/2026).(foto: unic indonesia)
Juliana Cen, Managing Director HP Indonesia, Dwi Faiz Yulianti, Head of Programme UN Women Indonesia, dan Nurmaria Sarosa, Founder PT Selaras Logistik Indonesia, berfoto bersama para peserta yang mengikuti kegiatan shadowing bersama mereka dalam program CEO for a Day Indonesia: Women Shaping Tomorrow, Rabu (12/8/2026).(foto: unic indonesia)
A A

Nusantaraterkini.co,  — Kolaborasi lintas sektor antara badan PBB dan dunia usaha resmi menutup program Indonesia: di Sinarmas Land Plaza Tower 2, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Sebanyak 16 terpilih berkesempatan melakukan pengamatan kerja langsung (shadowing) serta me²nimba ilmu dari para CEO, eksekutif senior, dan pimpinan PBB demi memangkas kesenjangan keterwakilan perempuan di tingkat pengambil keputusan.

​Inisiatif dalam memperingati Hari Anak Muda Internasional ini digagas bersama oleh PBB di Indonesia, Women Network, dan Network Indonesia (IGCN).

​Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, , menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi nilai inti PBB dalam mempercepat ketercapaian Sustainable Development Goals ().

​“Hari ini, kita berkumpul untuk memanfaatkan kekuatan perempuan untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Setiap pemimpin memulai perjalanannya dari suatu titik. Seperti halnya para anak muda yang hadir hari ini, kami pun dulunya adalah perempuan muda yang idealis dan sangat ingin membawa perubahan positif bagi dunia. Memberdayakan generasi muda, khususnya anak perempuan dan perempuan secara umum, merupakan nilai inti dari PBB. Melalui sinergi antargenerasi pemimpin perempuan, kita dapat memajukan , kesetaraan, dan peluang, serta membantu mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Gita Sabharwal.

​Para peserta berusia 18–25 tahun ini disaring dari ratusan pendaftar sejak Juni 2026 berdasarkan rekam jejak dan inovasi sosial. Mereka berkesempatan mendampingi jajaran pimpinan tinggi dari korporasi dan lembaga ternama, seperti HP Indonesia, APP Group, TBS Energi Utama, ILO, UNESCO, UNHCR, hingga UN Women.

​Salah satu peserta berprestasi, (24), membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang sosial tak menyurutkan langkahnya. Putri seorang pengemudi angkutan umum dan ibu lulusan SMP yang berhasil lulus cum laude Kimia UGM ini membagikan pesan mendalam bagi sesama generasi muda.

​“Kesempatan untuk melakukan shadowing membuka mata saya bahwa kepemimpinan dibangun dari pengalaman, keberanian mengambil kesempatan, dan kemauan untuk terus belajar. Untuk para perempuan generasi pertama di luar sana, jangan biarkan dari mana kita berasal menentukan sejauh mana kita bisa melangkah. Berani bermimpi besar, mencari mentor, dan terus berinvestasi pada diri sendiri,” ungkap .

​Managing Director AmCham Indonesia, , menambahkan bahwa keterlibatan langsung di lapangan memberi perspektif riil yang tak didapatkan dari pembelajaran teori akademis.

​“Kepemimpinan tidak bisa dipelajari dari sekadar membaca buku teks. Ia tumbuh melalui paparan langsung, pengalaman, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk bertanya. Program ini memberikan kesempatan kepada para untuk melihat bagaimana kepemimpinan benar-benar dipraktikkan di lapangan—menghadapi berbagai tantangan, keputusan sulit, serta tanggung jawab di balik setiap jabatan. Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong mereka untuk mengejar cita-cita dengan penuh percaya diri dan menyadari bahwa mereka memiliki ruang tersendiri di jajaran kepemimpinan,” kata .

​Sementara itu, Presiden UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), YW Junardy, menekankan bahwa sektor swasta memegang peranan kunci dalam menciptakan ekosistem kerja yang inklusif dan ramah terhadap .

​“Sektor swasta memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk terlibat dalam membangun generasi pemimpin perempuan berikutnya. harus lebih dari sekadar komitmen di atas kertas. Perusahaan-perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, memperkuat jalur kepemimpinan bagi perempuan, menyediakan pendampingan kepemimpinan yang berarti, dan memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, PBB, dan generasi muda dapat mengubah prinsip-prinsip bersama menjadi tindakan nyata,” tegas YW Junardy.

​Acara penutupan forum tersebut diakhiri dengan paparan refleksi pengalaman peserta, diskusi interaktif Ask the Leaders, serta penyerahan penghargaan bagi seluruh peserta.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru