Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Nyi Roro Kidul Berdarah Batak? Menguak Sisi Lain Mitos Penguasa Pantai Selatan dalam Tradisi Nusantara

Menguak mitos Nyi Roro Kidul versi Si Boru Biding Laut asal Samosir dalam tradisi Nusantara

Ilustrasi lukisan Nyi Roro Kidul. (Foto: Gemini AI)
Ilustrasi lukisan Nyi Roro Kidul. (Foto: Gemini AI)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sosok selama ini lekat dengan mitologi dan kebudayaan masyarakat Jawa serta Sunda sebagai Ratu Pantai Selatan.

Namun, di tengah kekayaan cerita rakyat (folklore) Nusantara, tersimpan narasi alternatif yang cukup unik dan jarang diketahui publik, yakni kisah yang menghubungkan Penguasa Laut Selatan ini dengan garis keturunan masyarakat Batak.

Belakangan juga, sejumlah akun di media sosial membahas asal usul dengan banyak versi. Bahkan ada yang menyebut dia adalah Cucu Raja Batak dan anak Guru Tatea Bulan.

Melansir sejumlah sumber, berdasarkan versi cerita rakyat, narasi ini bermula dari kawasan Sianjur Mulamula, Kabupaten , Sumatra Utara, yang dikenal luas dalam mitologi Batak sebagai titik awal peradaban leluhur.

Sosok yang kemudian diidentikkan dengan Nyi Roro Kidul konon berasal dari seorang perempuan sakti bernama (atau Sibiding Laut).

Tokoh ini kerap dikaitkan dalam silsilah mitologis sebagai bagian dari keturunan generasi awal leluhur Batak di dataran tinggi Danau Toba.

Kisah pergeseran identitas kultural ini berlanjut ketika dikisahkan melakukan perjalanan jauh dari kampung halamannya. Didorong oleh pencarian terhadap saudaranya Saribu Raja yang pergi ke luar wilayah, ia menjelajahi bentang alam Nusantara.

Saribu Raja kala itu memiliki hubungan terlarang dengan saudara perempuannya, Si Boru Pareme. Atas dasar kisah cinta terlarang yang terjalin antar saudara sedarah daging itu, Saribu Raja diusir oleh rakyat Tanah Batak.

Perjalanan tersebut pun membawa Si Boru Biding Laut menyusuri lautan lepas hingga akhirnya berlabuh di pesisir selatan Pulau Jawa. Di wilayah inilah ia kemudian menetap, menguasai kawasan perairan tersebut, dan melebur dengan sistem kepercayaan lokal hingga dikenal secara luas sebagai Nyi Roro Kidul.

Dalam beberapa versi turunan cerita rakyat, pengikut setianya bahkan kerap menyematkan pertalian marga tertentu, seperti marga Pasaribu, untuk merepresentasikan akar identitas asalnya.

Para pengamat budaya dan sejarawan menilai bahwa cerita rakyat dengan berbagai versi silang budaya seperti ini merupakan cerminan dari mobilitas masyarakat di masa lampau.

Perpindahan penduduk, pertukaran budaya antarsuku, serta adaptasi mitologi lokal seringkali melahirkan varian cerita baru ketika bersentuhan dengan wilayah yang berbeda.

Meski begitu, secara akademis, akar terkuat mitologi Nyi Roro Kidul tetap berpusat pada tradisi keraton Jawa dan Sunda, seperti kisah legendaris Putri Kadita dari kerajaan Sunda kuno.

Kendati demikian, narasi tentang Si Boru Biding Laut menunjukkan betapa cairnya batas-batas budaya di Nusantara, di mana kisah-kisah tradisional terus hidup, berkembang, dan diinterpretasikan ulang dari berbagai sudut pandang suku bangsa di Indonesia.

(zie/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait