Novita Hardini: Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Ambisius di Tengah Tekanan Global
Novita Hardini: Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Ambisius di Tengah Tekanan Global
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, menilai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah merupakan target yang cukup ambisius di tengah tekanan ekonomi global dan situasi geopolitik yang tidak menentu.
Menurut Novita, DPR RI memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan pemerintah agar target tersebut dapat tercapai.
Namun ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi saat ini, baik domestik maupun global, menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat mengenai realistis atau tidaknya target tersebut.
“Target 8 persen ini sebenarnya target yang cukup ambisius. Kita tentu perlu mengapresiasi pemerintah karena target tersebut menunjukkan arah dan posisi yang ingin dicapai ke depan,” ujar Novita, Jumat (13/3/2026).
Meski demikian, ia menilai pencapaian target tersebut tidak mudah, terutama di tengah berbagai tekanan global akibat konflik geopolitik yang terus memanas.
Dalam kondisi seperti ini, pemerintah tidak cukup hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga perlu melakukan berbagai terobosan besar.
Novita menilai, secara realistis pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 persen masih memungkinkan untuk dicapai apabila sejumlah persoalan struktural dalam negeri dapat segera diselesaikan.
“Kalau kita mampu membangun kesadaran internal sebagai negara besar, menurunkan ego sektoral antar lembaga, dan memperbaiki koordinasi kebijakan, saya rasa target sekitar 6 persen masih mungkin dicapai,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa untuk mendekati target 8 persen, pemerintah harus mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus menarik investasi baru, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Namun demikian, Novita menyoroti sejumlah hambatan yang masih menjadi kendala bagi investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Di antaranya adalah ketidakpastian regulasi, biaya logistik yang masih tinggi, serta persoalan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, ia juga menyinggung persoalan mahalnya biaya produksi yang dihadapi industri, terutama akibat keterbatasan pasokan energi seperti gas.
Menurutnya, banyak industri padat energi saat ini menghadapi kesulitan berproduksi secara efisien karena harga energi yang tinggi, sementara daya beli masyarakat sedang melemah sehingga harga produk tidak bisa dinaikkan.
“Banyak sekali persoalan dari hulu sampai hilir yang harus segera diselesaikan pemerintah, mulai dari regulasi, biaya logistik, energi, hingga kualitas SDM,” ujarnya.
Novita menambahkan, jika berbagai persoalan tersebut tidak segera dibenahi, investor berpotensi lebih memilih negara lain di kawasan seperti Vietnam, Thailand, atau Malaysia yang dinilai menawarkan iklim investasi lebih kompetitif.
Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh agar target pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak hanya menjadi ambisi, tetapi benar-benar dapat diwujudkan.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOPria Diduga Provokator Bentrokan yang Lukai Dua Jurnalis di Depan Mapolda Sumsel Bawa 2 Sajam
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Fokuskan APBD 2027 untuk Benahi 100 Titik Banjir hingga Kesejahteraan Guru
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Arsenal Kontra Lille, Arteta Kenang Peran Penting Olivier Giroud di Masa Lalu
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NASIONALAHY: Indonesia Harus Jadi Kekuatan Menengah Berpengaruh di Tengah Era Paradoks Global
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPermohonan Prapid Doddy Thahir Dikabulkan, Penetapan Tersangka tak Sah
Fadli Tara·5 jam yang lalu -
NASIONAL14 Orang Terjaring, KPK Amankan Uang Rp1,4 Miliar dan Logam Mulia dalam OTT di BNPB
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
NASIONALBNPB Hormati Proses Hukum KPK Usai OTT, Pastikan Tetap Fokus Tugas Kemanusiaan
Rozie Winata·7 jam yang lalu -
-
NEWSRiset Trend Asia Sebut PLTU Captive dan Ekspor Batubara Pemicu "BlackOut"
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KRIMINALJurnalis Dihajar saat Live Unjuk Rasa, Pimred Tribun Sumsel dan Sripo Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rozie Winata·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan