Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Musim Panen Padi di Pemalang, Tukang Ojek Gabah Raup Cuan

musim panen tahun ini membuat jasa angkutan panen kembali dilirik para petani

Tukang ojek jasa angkut gabah di Pemalang raih cuan saat musim panen padi, Kamis (17/4/2025). (Foto: Ragil/Nusantaraterkini.co)
Tukang ojek jasa angkut gabah di Pemalang raih cuan saat musim panen padi, Kamis (17/4/2025). (Foto: Ragil/Nusantaraterkini.co)
A A

, - Memasuki petani di Dukuh Caur, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Pemalang Kota, Provinsi mendatangkan berkah tersendiri bagi Gunawan dan tatangganya.

Pasalnya, musim panen tahun ini membuat jasa angkutan panen yang digelutinya, kembali dilirik para petani.

Gunawan dan tetangganya memang dikenal sebagai tukang trabas sawah, sebutan bagi penyedia jasa angkutan panen dengan motor yang telah dimodifikasi. 

Ketika ditemui di lokasi persawahan perbatasan Kabupaten Pemalang dan Tegal, pria 31 tahun bertubuh kekar ini menuturkan, jika pada musim panen padi kali ini, dirinya kembali menerima banyak orderan untuk mengangkut hasil panen petani.

"Alhamdulillah, sudah sekitar satu bulan lebih , setiap harinya selalu ada orderan untuk mengangkut ," tuturnya, pada Kamis (17/4/2025).

Baca Juga: Nyesrek-Gampung Buruh Tani di Pemalang Berbagi Kebahagiaan saat Panen Padi

Di temani Casmo (40) tetangganya, ia mengangkut karung berisi gabah dari area persawahan milik petani, menuju ke jalan raya supaya mudah dijemput oleh pengepul. 

"Terkadang kalau lokasi sawah tidak memungkinkan untuk dilintasi sepeda motor, karena tanahnya banjir atau berlumpur, ya terpaksa kami angkut, dipanggul, jalan di pematang sawah sampai ratusan meter jauhnya," keluh Casmo.

Untuk upah para Ojek Gabah, menurut Gunawan sebesar Rp400 ribu untuk areal sawah seluas satu bahu (setengah hektare) 

"Kondisi persawahan yang sulit dan jarak yang jauh, biasanya para juragan akan menambahi buat beli air minum dan rokok buat para pengangkut atau Ojek Gabah," tambah Gunawan.

Biasanya, untuk tenaga angkut gabah dalam areal sawah seluas satu bahu, dikerjakan 5 sampai 10 orang tenaga angkut gabah. Waktu pengerjaannya antara pukul 08.00 WIB hingga petang atau terkadang bisa sampai malam.

Baca Juga: Babinsa Bantu Petani Percepat Tanam Padi, Dukung Program Swasembada Pangan

"Ongkos ojek gabah juga tergantung jauhnya, kalau ada satu kilometer dan berlumpur itu biasanya lebih dari Rp400 ribu. Kalau sawahnya sudah kering dan cukup dekat, biasa bisa kurang," terang Gunawan.

Musim panen kali ini, Gunawan mengaku bisa mendapat orderan lebih banyak ketimbang biasanya. Sebab, musim panen kali ini juga terjadi di daerah tetangga, yang juga menggunakan jasa maksum.

"Habis ini, saya langsung ke Cilacap karena ada orderan juga disana sekitar 2 hektare sawah yang sedang panen," lanjutnya.

Dirinya menambahkan, bisa dapat cuan hingga Rp200 sampai Rp300 ribu dalam sehari asalkan motornya masih mampu untuk menerabas bentangan sawah yang kondisinya tak menentu.

"Dilihat kondisi motornya juga sih, kalau keliatannya sudah hampir menyerah, saya tidak menerima orderan lagi," pungkasnya.

(Ragil/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait