Menolak Punah! Eksistensi Pedagang Buku Titi Gantung Medan Bertahan Sejak 1980-an di Era Digital
Sejak 1980, Titi Gantung tetap jadi jantung buku murah di Medan meski digempur tren belanja online
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Kawasan Titi Gantung di Jalan Veteran Medan Timur, Sumatera Utara tetap menjadi jantung literasi bagi warga Medan yang mencari referensi buku dengan harga terjangkau.
Di balik tumpukan buku yang berjejer, terdapat kisah dedikasi para pedagang yang telah bertahan melintasi berbagai zaman, salah satunya adalah Novalita.
Dia mengungkapkan, telah berjualan buku di kawasan bersejarah ini sejak tahun 1980-an, tepatnya saat ia masih gadis. Pengalaman puluhan tahun tersebut menjadikannya saksi hidup perubahan tren membaca masyarakat Medan dari masa ke masa.
Menurutnya, keramaian pembeli biasanya memuncak saat memasuki jadwal anak sekolah mencari buku pelajaran.
Dalam sehari, jumlah buku yang terjual cukup bervariasi, berkisar antara 5 hingga 20 buku saat kondisi ramai. Harga yang ditawarkan pun sangat beragam.
"Kalau buku baru (seperti tema hukum atau politik) dibanderol mulai dari Rp50.000 sedangkan buku bekas tersedia dengan harga di bawah Rp50.000" ungkapnya kepada Nusantaraterkini.co, Selasa (12/5/2026).
Mengenai tantangan zaman, Novalita mengakui, tren belanja buku secara online memberikan pengaruh besar terhadap penurunan jumlah pembeli, karena kemudahan akses dan harga yang bersaing. Namun, ia tetap memilih untuk konsisten berjualan dengan prinsip yang tenang.
"Pasti ada pengaruhnya (belanja online), orang belanja sekarang lebih gampang. Tapi kalau saya pasrah saja, kalau sudah rezeki pasti ada," ucapnya.
Keteguhan pedagang seperti Novalita selaras dengan alasan para pembeli yang masih setia berkunjung ke lokasi.
Rian seorang mahasiswa yang sedang mencari referensi kuliah, mengaku lebih memilih datang langsung ke Titi Gantung karena aspek kepastian barang.
"Kalau beli online kita sering ragu sama kondisi bukunya, apalagi kalau cari buku bekas. Di Titi Gantung, saya bisa cek langsung kualitas kertasnya dan kalau beruntung bisa dapat buku langka yang sudah tidak ada di toko besar. Harganya juga jauh lebih masuk akal untuk kantong mahasiswa," katanya.
Keberadaan para pedagang dan pembeli ini memastikan bahwa Titi Gantung bukan sekadar tempat transaksi, melainkan ruang bersejarah yang terus menyediakan akses ilmu pengetahuan fisik bagi masyarakat di tengah dominasi layar digital.
(Cw5/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·1 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·5 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·5 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan