Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Menggali Kekayaan Sejarah Hijau, Menjelajahi Isi Museum Perkebunan Indonesia di Kota Medan

Menggali sejarah hijau dan koleksi interaktif masa kolonial di Museum Perkebunan Indonesia di Kota Medan

Suasana museum perkebunan yang nyaman sebagai daya tarik masyarakat sekitar. (Foto: Riski Aulia/nusantaraterkini.co)
Suasana museum perkebunan yang nyaman sebagai daya tarik masyarakat sekitar. (Foto: Riski Aulia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Di balik dinding putih kokoh berarsitektur kolonial, menyimpan rekam jejak panjang komoditas yang pernah merajai pasar dunia.

Siang ini, ruang-ruang pameran museum tampak hidup oleh lalu lalang pengunjung yang antusias mengamati berbagai artefak, miniatur, dan pusat informasi digital yang interaktif di Jalan Brigjend Katamso, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/5/2026). 

Di dalam ruang pameran utama Lantai 1, dua orang pengunjung tampak berdiri bergantian di depan beberapa etalase. Mereka adalah Siti, seorang guru sekolah dasar, dan Doni, seorang pegiat industri kopi. Keduanya tampak asyik mendiskusikan isi dan koleksi yang disajikan di dalam museum.

Siti, yang sedang memegang brosur panduan museum, membuka percakapan saat mereka melihat maket perkebunan dan alat-alat pengolah tanah zaman dulu.

"Saya sengaja datang ke sini untuk survei materi pembelajaran anak-anak sekolah. Ternyata isinya sangat lengkap ya. Di luar tadi kita disambut pesawat asli 'Piper Pawnee' yang dulu dipakai menyemprot hama . Begitu masuk ke dalam, kita langsung disuguhi sejarah perkembangan kelapa sawit, karet, kopi, teh, hingga tebu. Visualisasinya sangat mendidik" ucap Siti.

Doni mengangguk setuju, pandangannya tertuju pada instalasi yang menjelaskan proses pengolahan komoditas dari masa ke masa.

"Betul sekali, Yang menarik bagi saya sebagai pencinta kopi adalah bagaimana museum ini tidak hanya memajang benda mati," timpal Doni.

"Lihat di etalase sebelah sana, ada contoh fisik biji-biji komoditas, replika mesin giling tua, hingga dokumen-dokumen perdagangan abad ke-19. Bahkan ada ruang multimedia interaktif yang menjelaskan bagaimana teknologi modern sekarang diterapkan di perkebunan sawit kita," sambungnya. 

Kedua pengunjung ini sepakat bahwa museum ini berhasil mengemas Indonesia, khususnya Sumatra Utara secara runtut.

Koleksi di lantai dasar banyak berfokus pada sejarah komoditas klasik seperti komoditas ekspor yang melegenda, sementara lantai atas menyajikan perkembangan riset perkebunan mutakhir.

"Museum ini berhasil menunjukkan kalau perkebunan itu bukan cuma soal bertani, tapi soal ilmu pengetahuan, ekonomi global, dan sejarah bangsa," jelas Doni.

Melalui koleksi yang edukatif dan interaktif ini, sukses mengubah narasi sejarah menjadi sebuah petualangan visual yang menarik bagi setiap generasi yang berkunjung.

(Cw5/nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait