Makna Hardiknas, Akademisi: Pendidikan jadi Kunci Kemajuan Bangsa
Makna Hardiknas, Akademisi: Pendidikan jadi Kunci Kemajuan Bangsa
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan peran pendidikan dalam perjalanan menuju kemerdekaan hingga masa depan negara.
Hal ini disampaikan oleh Arief Fadhilah, dosen Akuntansi di Universitas Prasetiya Mulya sekaligus lulusan doktoral dari University of Glasgow.
Menurut Arief, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari kontribusi para pendiri bangsa yang memiliki akses dan latar belakang pendidikan. Meski jumlah mereka terbatas, semangat dan pemikiran mereka mampu menggerakkan seluruh rakyat Indonesia hingga meraih kemerdekaan.
“Ini menjadi hikmah yang perlu kita ingat sebagai bangsa. Pendidikan memiliki peran besar dalam membangun kesadaran, persatuan, dan perjuangan,” ujarnya.
Secara nasional, ia menekankan bahwa pendidikan adalah jalur utama bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Tidak ada bangsa yang dapat berkembang tanpa sistem pendidikan yang memadai dan berkualitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu pendidikan juga semakin berkembang, terutama terkait internasionalisasi. Arief menilai bahwa Indonesia perlu memastikan sistem pendidikannya mampu bersaing dan sejajar dengan negara lain, tanpa kehilangan jati diri.
“Kita ingin diakui secara internasional, namun tetap harus mempertahankan nilai dan karakter bangsa. Standar internasional bisa diadopsi, tapi idealisme kita tidak boleh hilang,” jelasnya.
Dari sisi kebijakan, pemerintah dinilai telah memberikan perhatian melalui berbagai program, salah satunya beasiswa yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sejak 2013. Program ini membuka peluang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Namun, Arief mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berhenti pada akses pendidikan tinggi. Ia menyoroti pentingnya kualitas penelitian agar ilmu yang diperoleh tetap relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan guru dan dosen juga menjadi aspek krusial. “Mereka adalah ujung tombak pendidikan. Tanpa dukungan yang memadai, sulit menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas,” tambahnya.
Kepada generasi muda, khususnya Gen Z, Arief berpesan agar menghargai proses dalam menuntut ilmu. Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang.
“Menghargai guru dan pendidik adalah bentuk rasa syukur sekaligus langkah untuk menjaga ilmu tetap melekat dalam diri kita,” tuturnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALIran-AS Kembali Memanas! Dua Rudal Hantam Pulau Qeshm, Trump Akui Serangan Terbatas
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTegur Suami Gegara Judi, Istri di Jakbar Dianiaya hingga Disundut Bara Rokok
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALHasto Ungkap PDIP Intensif Lobi Fraksi DPR, Dorong Tindak Lanjut Putusan MA soal Gibran
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Pesta Miras, Pria di Maros Tikam Keponakan hingga Kritis gegara Salah Paham soal Gaji
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSDKPP Terima 5 Aduan soal Pencalonan Gibran, Dua Siap Masuk Tahap Persidangan
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·5 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·5 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan