Kritik Wacana Mahasiswa Baru JKN Aktif, Irma Chaniago: Harusnya Permudah Akses Layanan Kesehatan
Irma Chaniago mengkritik wacana mahasiswa baru wajib JKN aktif dan meminta BPJS permudah akses layanan kesehatan.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menanggapi usulan BPJS Kesehatan yang mewajibkan mahasiswa baru menjadi peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menurut Irma, pada dasarnya regulasi yang ada saat ini sudah mengatur bahwa seluruh rakyat Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan, baik sebagai peserta mandiri maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Kewajiban ini sudah diatur dalam UU Sistem Jaminan Sosial Nasional dan diperkuat melalui Peraturan Presiden, termasuk Perpres Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan,” kata Irma, Kamis (21/5/2026).
Politikus Partai NasDem itu menilai mahasiswa sejatinya sudah otomatis terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan melalui Kartu Keluarga (KK) orang tua mereka.
“Mahasiswa tentunya sudah masuk dalam status bagian dari keluarga yang otomatis menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ujar Legislator dapil Sumsel II ini.
Irma mempertanyakan maksud dari usulan tersebut apabila mahasiswa nantinya harus keluar dari KK orang tua untuk mendaftar secara pribadi sebagai peserta JKN aktif.
“Maksudnya mahasiswa tersebut dikeluarkan dari KK orang tuanya lalu daftar pribadi begitu?” sindirnya.
Ia menegaskan, kebijakan yang lebih penting dilakukan BPJS Kesehatan saat ini adalah mempermudah akses layanan kesehatan bagi mahasiswa yang kuliah di luar daerah asal.
“Yang harus dilakukan BPJS Kesehatan untuk para mahasiswa ini, yang iurannya sudah dibayar orang tuanya, adalah mempermudah mereka berobat di mana pun mereka kuliah,” tegas Irma yang juga Anggota BURT DPR ini.
Menurutnya, usulan kewajiban peserta aktif bagi mahasiswa baru tidak akan berdampak signifikan terhadap penambahan jumlah peserta JKN karena mayoritas mahasiswa sudah terdaftar melalui keluarga mereka.
“Usulan ini tidak akan menambah peserta, karena memang mereka sudah menjadi peserta di KK orang tuanya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengusulkan agar mahasiswa baru di Perguruan Tinggi wajib menjadi peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas cakupan perlindungan kesehatan bagi kelompok mahasiswa.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengaku, pihaknya telah menyurati Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) terkait usulan tersebut.
“Kami sedang merencanakan dan bersurat ke Kemendikti agar bisa diterima pengajuan kerja sama yang mana nanti setiap mahasiswa yang mendaftar di perguruan tinggi BPJS-nya harus aktif,” kata Pujo.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAPSMS Cukur Persiraja 5-0 dan Rebut Puncak Klasemen
Herman Saleh Harahap·26 menit yang lalu -
INTERNASIONALIran-AS Kembali Memanas! Dua Rudal Hantam Pulau Qeshm, Trump Akui Serangan Terbatas
hendra·6 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTegur Suami Gegara Judi, Istri di Jakbar Dianiaya hingga Disundut Bara Rokok
hendra·6 jam yang lalu -
NASIONALHasto Ungkap PDIP Intensif Lobi Fraksi DPR, Dorong Tindak Lanjut Putusan MA soal Gibran
hendra·7 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Pesta Miras, Pria di Maros Tikam Keponakan hingga Kritis gegara Salah Paham soal Gaji
hendra·8 jam yang lalu -
NEWSDKPP Terima 5 Aduan soal Pencalonan Gibran, Dua Siap Masuk Tahap Persidangan
hendra·9 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·9 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·10 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan